Rabu, 27 Oktober 21

Kanker Paru-paru, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Kanker Paru-paru, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
* Ilustrasi pasien penyakit paru-paru. (Foto: dok. Sequis)

Jakarta, obsessionnews.comVirus Covid-19 telah banyak menyebabkan kerugian kesehatan, termasuk juga mengaburkan gejala penyakit lainnya. Salah satunya kanker paru-paru. Gejala yang paling umum adalah batuk tidak kunjung sembuh atau batuk kronis yang semakin parah hingga mengeluarkan darah, terasa nyeri pada bagian dada, punggung, atau bahu, mengalami sesak napas, serta berat badan menurun drastis. Sekilas mirip dengan Covid-19 sehingga penderita dapat mengira dirinya terinfeksi Covid-19. Hal semacam ini yang bisa menyebabkan risiko terlambatnya pasien mendapatkan penanganan medis terkait kankernya.

 

Baca juga:

Perlu Dilakukan Kalkulasi Faktor Risiko Kanker Payudara

Racun Lebah Madu Bisa Bunuh Sel Kanker Payudara

Ikan Mujair Tidak Baik Bagi Kesehatan, Bisa Picu Kanker!

 

 

Dokter spesialis paru-paru RS Premier Jatinegara, Jakarta, dr. Kasum Supriadi Sp.P mengatakan, untuk menentukan pasien menderita kanker paru-paru perlu dilakukan diagnosa pasti, yaitu jika ada sel tumor yang bisa terdapat pada pada saluran pernapasan, parenkim paru, atau pada pembungkus paru. Bedanya dengan gejala Covid-19, lebih sering didahului dengan demam, gangguan saluran pernapasan, atau gangguan organ lainnya. Namun, diagnosa infeksi virus Sars Cov 2 harus melalui pemeriksaan tes SWAB PCR. Hasil dari tes SWAB PCR ini yang digunakan untuk mendeteksi Covid-19 sedangkan pemeriksaan kanker paru harus dilakukan pemeriksaan lanjutan.

 

Adapun kanker paru-paru dapat dipicu oleh gaya hidup yang buruk, seperti mengonsumsi makanan junk food, kebiasaan merokok, dan berlebihan mengonsumsi alkohol serta berat badan berlebih. Selain itu perubahan gen atau mutasi DNA terkait faktor keturunan juga patut diwaspadai. Jika terdapat pasien kanker paru-paru dalam keluarga, sebaiknya anggota keluarga lain melakukan pemeriksaan dini dan berkala agar diketahui gejala kanker sedini mungkin.

 

“Ada serangkaian proses mendeteksi kanker paru, yakni anamnesa (wawancara pada pasien), pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang yang meliputi pemeriksaan dahak dan biopsi jaringan paru-paru, foto rontgen dada, CT scan paru dengan zat kontras, bronkoskopi atau endoskopi pada paru. Bila dari serangkaian proses pemeriksaan ditemukan bahwa pasien mengidap kanker paru-paru, maka dokter paru-paru akan menentukan tindakan medis yang sesuai,” kata Kasum di seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Sequis, Rabu (3/2/2021).

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.