Jumat, 29 Mei 20

Kampret! Suu Kyi Malah Dukung Pembantaian Muslim Rohingya

Kampret! Suu Kyi Malah Dukung Pembantaian Muslim Rohingya

Menteri Luar Negeri Myanmar dan penasehat pemerintah, Aung San Suu Kyi Sabtu (13/1) menyambut pembantian Muslim Rohingya oleh militer negara ini.

Militer Myanmar pada Rabu menyatakan bahwa tentara dan warga desa Buddha membunuh 10 “teroris” muslim di satu desa di negara bagian Rakhine pada awal September dan bahwa tindakan akan diambil terhadap mereka yang bertanggung jawab.

IRNA melaporkan, dalam konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono, ketika ditanya mengenai pengakuan kesalahan yang disampaikan militer yang dikenal sebagai Tatmadaw, Suu Kyi mengatakan, Tatmadaw menginvestigasi dan akan mengambil tindakan yang diperlukan mengenai tindakan itu. Menurutnya, militer menegakkan undang-undang.

Suu Kyi jarang berbicara kepada media dan tidak banyak bicara di publik mengenai krisis di negara bagian barat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jepang mengatakan bahwa Tokyo, salah satu pendonor bantuan luar negeri terbesar bagi Myanmar, berencana memberikan sekitar 20 juta dolar AS untuk dukungan kemanusiaan bagi para pengungsi Rohingya.

“Jepang ingin secara aktif membantu upaya Myanmar,” kata Kono dalam konferensi pers itu sebagaimana dikutip Kyodo.

Shuu Kyi dan anak Rohingya.

Myanmar dan Bangladesh sudah membahas satu rencana repatriasi pengungsi. Sebelum konferensi pers di Myanmar, pemerintah Jepang mengumumkan akan memberikan bantuan senilai tiga juta dolar AS bagi Myanmar untuk membantu memfasilitasi pemulangan para pengungsi Rohingya.

Suu Kyi sebelumnya juga membela serangan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Suu Kyi mendukung pembantaian etnis Muslim di negaranya telah memicu kritik masyarakat internasional dan lembaga HAM terhadap dirinya.

Sejak 25 Agustus hingga kini, menyusul gelombang baru serangan brutal militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Provinsi Rakhine, lebih dari enam ribu orang tewas dan delapan ribu lainnya terluka. Sementara itu, ratusan lainnya terpaksa mengungsi ke Bangladesh.

Provinsi Rakhine sejak tahun 2012 menjadi ajang brutalitas dan serangan militer Myanmar dan ekstrimis Budha terhadap Muslim Rohingya.

PBB baru-baru ini mengumumkan bahwa militer Myanmar ingin melakukan pembersihan etnis di negara ini. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.