Senin, 20 September 21

KAMMI Tuding Jokowi Antek Asing!

KAMMI Tuding Jokowi Antek Asing!
* Polisi bentrok dengan para demonstran yang menuntut Presiden Jokowi mundur di depan Gedung DPRD Kota Semarang, Kamis (21/5/2015) siang. (Foto-foto: Yusuf IH/obsessionnews.com)

Semarang, Obsessionnews – Selang sehari, pasca demonstrasi peringatan Hari Kebangkitan Nasional, kericuhan kembali terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (21/5/2015) siang. Massa yang terdiri atas anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslimin Indonesia (KAMMI) se-Semarang berusaha memasuki pelataran gedung DPRD untuk bertemu  dengan perwakilan dewan. Para demonstran menuntut supaya Presiden Jokowi turun dari jabatannya karena dianggap tidak sesuai dengan Nawacita. Namun sayang, akibat ketidakmampuan koordinator aksi menangani massa, bentrok pun tak terelakkan.

Seorang demonstran melakukan aksi teatrikal dengan  menggunakan topeng Jokowi  yang menyindir Jokowi  antek asing dan hanya mau disuruh-suruh oleh asing.
Seorang demonstran melakukan aksi teatrikal dengan menggunakan topeng Jokowi yang menggambarkanr Jokowi antek asing dan hanya mau disuruh-suruh oleh asing.

Situasi awalnya berlangsung kondusif. Demonstran melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan bobroknya pemerintahan Joko Widodo. Beberapa kali mereka menyuarakan yel-yel serambi mengangkat replika jenazah sebagai ekspresi kekecewaan. Khanif selaku koordinator aksi menerangkan dalam orasinya, berbarengan momen 17 tahun reformasi, Jokowi dilihat tidak bisa merealisasikan janji-janjinya selama kampanye. “Berkaca pada reformasi 17 tahun lalu, Indonesia belum menjadi bangsa yang aman, mandiri, sejahtera dan tidak korupsi!” teriaknya.

IMG_4633 (Large)

Aksi teatrikal tak lupa dilancarkan. Dua orang peserta aksi maju ke depan, satu di antaranya menggunakan topeng Jokowi dengan leher terikat sambil bergaya layaknya anjing. Dia dengan lantang menuding Jokowi antek asing! “Dia hanya mau disuruh-suruh oleh asing, lihatlah ini kawan-kawan,” seru Khanif menaburkan bunga ke arah mereka.

Keadaan berubah  mencekam saat koordinator aksi memerintahkan massa perempuan agar terus maju dan memaksa mundur aparat sampai ke belakang gerbang. Akibat terlalu dekatnya jarak demonstran dengan petugas membuat salah satu polisi wanita terjatuh.

Merasa diprovokasi, seluruh anggota polisi wanita ditarik mundur dan digantikan aparat laki-laki. Sontak kerusuhan terjadi manakala pendemo laki-laki berjibaku dengan petugas. Satu dua orang mahasiswa didorong hingga jatuh dan mengalami luka ringan. Jeritan mahasiswi yang terjembab mewarnai keadaan demonstrasi saat itu. Massa berhasil dipukul balik sampai keluar gerbang.

Hingga akhirnya, tiga orang mahasiswa – termasuk Khanif – yang dianggap sebagai provokator diamankan oleh pihak petugas. Polisi juga menyita satu buah alat pengeras suara dan berusaha menenangkan massa yang ketakutan. Selang beberapa waktu, perwakilan massa berunding dengan petugas untuk kembali melanjutkan aksi. Polisi mengijinkan asalkan aksi selanjutnya tidak dibarengi kontak fisik seperti sebelumnya.

Ketiga orang mahasiswa itu langsung dilepaskan oleh petugas dan bergabung kembali bersama rombongan. Bukannya membubarkan diri, mereka masih melanjutkan demonstrasi berupa drama penggambaran Jokowi sebagai antek asing yang berlangsung selama satu jam. Peserta demo mulai beranjak dan meninggalkan lokasi pada pukul sebelas siang. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.