Minggu, 15 Desember 19

Kalsel Alihkan Sumber Ekonomi dari Pertambangan ke Pariwisata

Kalsel Alihkan Sumber Ekonomi dari Pertambangan ke Pariwisata
* Peluncuran Calender of Event (CoE) dan Visit Kalsel 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta, Senin (4/11/2019). (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comWakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Rudy Resnawan meluncurkan Calender of Event (CoE) dan Visit Kalsel 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta, Senin (4/11/2019).

Dalam peluncuran tersebut Rudy mengaku Kalsel akan mengalihkan sumber pendapatan daerah (PAD) utamanya dari sektor pertambangan ke pariwisata. Sebab sektor pariwisata telah ditempatkan sebagai program prioritas Provinsi Kalsel di 2016-2021.

“Kalsel bertekad ingin mengalihkan sumber ekonomi dari pertambangan ke pariwisata,” ujar Rudy dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Selasa (5/11).

Dia menjelaskan, Provinsi Kalsel ingin menjadi destinasi wisata nasional dengan didukung oleh unsur 3A, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas yang memadai. “Kalsel memiliki potensi wisata yang layak jual untuk mendatangkan wisatawan di antaranya festival budaya dan seni yang mampu bersaing dengan daerah lain,” kata Rudy.

Festival tersebut di antaranya Festival Pasar Terapung yang sudah berlangsung ratusan tahun, Festival Loksado, dan bambu rafting di Pegunungan Meratus sebagai Geopark Nasional.

Sementara itu, Deputi BPIK Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adyani menyatakan, tekad Kalsel yang ingin menjadikan pariwisata sebagai sumber ekonomi daerah (semula dari pertambangan) dinilai sangat tepat, karena hal itu sejalan dengan program pemerintah yang menetapkan pariwisata sebagai bisnis utama (core business).

“Provinsi Kalsel mempunyai banyak keunggulan di bidang pariwisata di antaranya daya tarik budaya dan alam,” ujar Giri.

Dia menambahkan, pemerintah mengapresiasi peluncuran Calender of Event dan Visit Kalsel 2020 sebagai upaya mempromosikan serta meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kalsel.

“Agar penyelenggaraan CoE dan Visit Kalsel 2020 berjalan sukses maka harus mendapat dukungan semua stakeholder pariwisata serta melibatkan secara aktif masyarakat. Masyarakat harus mendapatkan manfaatnya dengan meningkatnya ekonomi mereka,” kata Giri.

Ia menyatakan event pariwisata sangat efektif untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, event tersebut harus dipilih kemudian diselenggarakan secara profesional dan spektakuler agar mendatangkan banyak wisman ke Indonesia.

Seperti diketahui, Provinsi Kalsel sepajang 2020 akan menggelar sebanyak 32 event pariwisata dengan dua event di antaranya yaitu Fest Triloksado (Festival Loksado) dan Festival Dayak Meratus masuk dalam kalander event nasional (National Calender of Event) 2020.

Provinsi Kalsel telah menetapkan Top-5 wisata alam (nature) yaitu Kawasan Wisata Loksado, Kawasan Tahura, Pulau Kaget, Ecotourism Samber Gelap, dan Kerbau Rawa Danau Panggan.

Selain itu sebagai Top-5 destinasi budaya dan kuliner yakni Pasar Terapung Lok Baintan, Pendulangan Intan Cempaka, Candi Agung Amuntai, Kelapayan, dan Desa Wisata Dayak Halong, sedangkan kuliner yang terkenal antara lain Soto Banjar, Ketupat Kandangan, Paliat, Mie Bancir, dan Lontong Orari. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.