Minggu, 22 September 19

Kalimantan Kebakaran Hutan Parah, Warga Sesak Napas

Kalimantan Kebakaran Hutan Parah, Warga Sesak Napas
* Kebakaran hutan di ibukota Kalimantan Tengah. (BBC)

Kebakaran hutan parah melanda Kalimantan Tengah. Warga batuk-batuk, sesak napas, hingga harus turun tangan padamkan api.

Asap kebakaran hutan di Kalimantan Tengah telah mengganggu aktivitas warga dan mendorong sejumlah masyarakat untuk turun tangan memadamkan api.

Putri Wahyuningtyas, 26 tahun, harus mengungsi ke tempat tinggal kerabatnya selama hampir sepekan, saat asap kebakaran hutan di Kalimantan Tengah masuk melalui ventilasi udara indekosnya yang tanpa pendingin ruangan.

Ia mengatakan bahwa “asap itu menyesakkan dada”, sehingga memilih mengungsi ke kediaman temannya yang memiliki AC untuk meminimalisir paparan asap. Perantau asal Jawa Timur itu menceritakan asap mulai menebal sejak pertengahan Agustus.

“Parah banget sampai matahari ketutupan juga. Kayak kabut di bukit-bukit gitu, tapi itu asap,” ujar Putri sambil terbatuk-batuk, penyakit yang katanya diderita sejak terpapar asap kebakaran hutan.

Ia pun sempat berpikir untuk pulang kampung akibat peristiwa tersebut.

Masker N95 langka di Palangka Raya. (BBC)

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), yang terpampang di Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) kota Palangka Raya, pernah menunjukkan tingkat Partikulat (PM10) 650 alias sangat berbahaya, ujar Putri.

Untuk itu, ia berusaha mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan.

Demi bernafas dengan aman, Putri pun harus berkeliling sejumlah apotek untuk mendapatkan masker N95, yang disebut lebih efektif menghalau polusi. Sayangnya, di Palangka Raya, masker itu langka.

Pemerintah lokal memang sempat membagikan masker, namun, kata Putri, yang mereka bagi adalah masker bedah biasa yang tidak terlalu berpengaruh untuk melindungi sistem pernapasan.

“Saya sama teman saya inisiasi penggalangan dana dan minta bantuan dari teman-teman di Jawa untuk mendapatkan masker N95,” ujar Putri.

Gerakan itu membuahkan hasil dan Putri membagikan masker itu ke sejumlah orang di sekitarnya.

Aan Sawung, warga Palangka Raya lain, juga mengatakan sejumlah kerabat dan saudaranya mengalami batuk hingga asma.

ilustrasi kebakaran hutan. (ist)

Selain kondisi fisik mereka yang mungkin sedang lemah, Ananta menilai udara yang buruk mungkin menyebabkan sejumlah orang sakit.

Asap kebakaran di hutan Kalimantan Tengah menyebar hingga ke daerah lain di Kalimantan. Sekolah di Pontianak dan Jambi, misalnya, sempat diliburkan sebagaimana di Palanka Raya.

Asap itu juga menyebar hingga ke Malaysia. Meski begitu, warga mengatakan, keadaan beberapa hari belakangan ini sedikit membaik berkat hujan yang turun.

Meski asap kebakaran hutan membuat matanya perih dan kepalanya pening, Budi Laman, seorang petani di Palangka Raya, memutuskan turun tangan memadamkan api.

“Saya nolong pemerintah untuk madamkan api ini… Supaya pernapasan kita enak,” ujar lelaki berusia 63 tahun itu.

Budi mengumpulkan air dari parit, yang letaknya sekitar 10 menit dari lokasi api berada, dan membawanya dengan ember kecil.

Dengan ember kecil itu lah ia memadamkan api, yang kadang semakin meluas gara-gara angin, bersama dengan empat orang penoreh getah.

Ia telah bersiaga di sebuah pondokan di sekitar hutan sejak awal Agustus untuk memastikan api tidak menjalar.

“Jelas capek tapi ya namanya aku nih… (berusaha) supaya kota aman, tanaman orang-orang terjaga,” katanya. (*/BBC)

Sumber: BBC News Indonesia

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.