Kamis, 21 Oktober 21

Kalbar Rawan DBD

Kalbar Rawan DBD

Pontianak, Obsessionnews Kalimantan Barat (Kalbar) rawan demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD di Kalbar sepanjang 2014 sebanyak 4.952 kasus. Jika dibandingkan dengan siklus 5 tahunan pada 2009 lalu, jumlah kasus pada 2014 separuh dari jumlah total kasus yang mencapai 9.000 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar dr. Andy Jap, M.PH mengatakan, kasus DBD pada 2014 di Kalbar di peringkat kedua nasional setelah Bali. Tahun 2014 sebanyak 69 orang meninggal dunia akibat DBD.

Kepala  Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Andy Jap
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Andy Jap

“Angka kematian tahun 2014 tinggi, karena tingkat kematiannya di atas 1 persen. Harus diwaspadai munculnya siklus lima tahunan pada tahun ini,” kata Andy kepada obsessionnews.com di Pontianak, Senin (23/2).

Dalam kasus DBD, yang terpenting adalah penanganan pasiennya harus pro aktif dan cepat dibawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya yang terdekat. “Jika terlambat penanganannya risiko kematian tinggi. Sebaliknya, apabila cepat penanganannya maka pasien bisa diselamatkan,” ujarnya.

Masyarakat diharapkan pro aktif memeriksakan anaknya dan keluarganya di Puskesmas atau rumah sakit, jika terjadi suhu badan tinggi.

Ada tiga hal dalam menangani DBD, yakni menemukan kasus sedini mungkin, menanganinya sedini mungkin, dan memutus mata rantai penyebab terjadinya DBD.

“Sebulan sekali kita harus membersihkan lingkungan dan aksi sehat lingkungan yang lain, yakni pemberian abate, pengasapan, dan pemberantasan sarang nyamuk,” tuturnya.

Andy menambahkan, sampai saat ini pemberantasan sarang nyamuk belum berjalan secara maksimal. Hal ini terbukti dengan angka bebas jentik di Kalbar yang kurang dari 50 persen. Padahal menurut angka nasional, tiap daerah harus menekan minimal 90 persen bebas jentik. (Ahmad Saufi)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.