Selasa, 29 November 22

Kalau Anggota DPR Blo’on Berarti Fahri Hamzah Juga Blo’on

Kalau Anggota DPR Blo’on Berarti Fahri Hamzah Juga Blo’on
* Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo .

Jakarta, Obsessionnews – Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo belum mengerti apa maksud pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut anggota DPR banyak yang blo’on atau bodoh. Menurutnya,‎ jika pernyataan itu benar adanya maka, Fahri juga juga bodoh.

“Kalau ia katakan seperti itu, berarti termasuk dirinya dong,” ujar Bambang di Hotel Century, Jakarta Rabu (19/8/2015).

Namun, Bambang yakin Fahri tidak menyebut anggota DPR secara keseluruhan, hanya beberapa oknum saja. Terlebih konteks pernyataan Fahri dalam rangka menanggapi tujuh proyek pembangunan gedung baru DPR yang batal diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada sidang tahunan MPR/DPR/DPD Jumat lalu (14/8).

‎”Mungkin maksudnya nggak ke sana. Yang penting gimana DPR bisa kuat setara dengan pemerintah‎,” tuturnya.

Politisi Partai Golkar ini memang tidak sepakat bila DPR terus mengemis kepada pemerintah untuk menyetujui pembangunan gedung baru DPR. ‎Bagi dia jelas, hal itu sudah cukup menandakan bahwa pemerintah tidak mau menghormati ide dan gagasan anggota DPR.

“Saya kecewa kalau DPR merendahkan diri meminta-minta seperti kemarin. Kalau Presiden teken tidak apa-apa, ini ditolak, di mana marwah DPR,” jelasnya.

Diketahui, dalam wawancara di salah satu televisi swasta beberapa waktu lalu, Fahri mengatakan, dalam tradisi negara demokrasi otak anggota DPR harus diperkuat. Ia menyayangkan banyak anggota DPR yang terpilih bukan karena kecerdasannya tapi karena kehendaknya, sehingga ia tidak tidak bisa berpikir apa maksud dari pembangunan gedung baru DPR.

‎”Makanya kadang-kadang banyak orang datang ke DPR ini tidak cerdas, kadang-kadang mungkin kita bilang rada-rada blo’on begitu. Akan tetapi, dalam negara demokrasi kita menghargai pilihan rakyat,” kata Fahri.

“Karena itu, kita memberikan kekuatan kepada otak dari orang-orang yang datang ke gedung ini dengan memberikan mereka staf, dengan memberikan sistem pendukung, pusat kajian, ilmuan, peneliti dan lain-lain. Itulah cara kerja lembaga demokrasi. Ini tentunya memerlukan fasilitas,” sambungnya.

Pembangunan gedung baru DPR rencananya memang menyangkut pembangunan museum, perpustakaan, alun-alun demokrasi, jalan akses bagi tamu ke gedung DPR, visitor center, pembangunan ruang pusat kajian Legislasi, pembangunan ruang anggota DPR dan staf ahli, serta integrasi kawasan tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR. ‎(Albar)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.