Rabu, 3 Juni 20

Kalah di Pengadilan Soal KSLL, Ryantori Kerahkan Preman

Kalah di Pengadilan Soal KSLL, Ryantori Kerahkan Preman
* Ilustrasi pengerahan preman. (Foto: kabarakyatsumsel.com)

Jakarta, Obsessionnews.com  – Direktur PT Cipta Anugerah Indotama Ryantori Angka Rahardja diduga telah mengerahkan sejumlah preman ke kediaman pemegang hak paten Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL) di daerah Bambu Apus, Jakarta Timur.

“Rame pak, Rabu (11/03) kemarin banyak preman datang, mereka dari Jawa Timur,” ungkap Nita yang merupakan warga sekitar Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020).

Dia menjelaskan, ada salah satu preman berniat untuk memanjat pagar pintu, namun niatnya dibatalkan karena tak lama kemudian aparat kepolisian datang ke lokasi. “Tadi juga ada yang datang, tapi ga banyak, tiga orang, trus pergi lagi,” ungkap Nita.

Para preman tersebut dikerahkan karena diduga Ryantori kalah di Pengadilan Negeri Jakarta atas klaim royalti terkait KSLL, dan akhirnya menempuh jalur preman yang diutus untuk meminta uang royalti ke pemegang hak paten.

Di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan nomor perkara 221/pdt.6/2019 tanggal 21 Agustus 2019 terkait klaim royalti KSLL, persidangan dihentikan karena waktu agenda pembuktian Ryantori mundur.

Selain itu, Ryantori juga kerap melakukan upaya hukum lainnya seperti gugatan pendaftaran paten yang diajukan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dinyatakan gugur oleh Majelis Hakim, setelah mangkir dalam tiga kali sidang pada 7, 21 dan 28 Februari 2019. Untuk itu majelis hakim menggugurkan gugatan Ryantori dan malah mewajibkan Ryantori membayar biaya perkara sekitar Rp 1.516.000.

Selain itu, Ryantori juga telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Dan Khusus (Dirtipideksus) atas pelanggaran paten KSLL yang terjadi di tiga titik. Yakni pembangunan pondasi gedung IGD RSUD Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Pondasi Gedung SMK Telkom Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dan Pondasi gedung RSUD Sumenep, Jawa Timur.

Ryantori diduga melakukan pendaftaran ulang KSLL dengan nama baru yakni Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal (JRBPV). Ironisnya,  bentuk dan struktur JRBPV masih sama persis dengan KSLL, yang telah terlebih dahulu mendapatkan Hak Paten.

Tak sampai disitu, Ryantori yang diduga semakin kesal malah melaporkan Direktur PT Katama Suryabumi, Kris Suyanto ke kepolisian tetapi menemui jalan buntu.

Berdasarkan data yang diperoleh wartawan,  Ryantori melaporkan Kris atas tuduhan menggunakan KSLL tanpa izin di Polres Pasaman Barat (Sumatera Barat),  di Polres Tanah Datar (Sumatera Barat) dan juga di Bareskrim Polri.

Namun semua laporan itu sia-sia belaka. Polres Pasaman Barat mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) pada 21 Mei 2019. Lalu, Polres Tanah Datar me-SP3  pada 21 September 2018.  Sementara Bareskrim Polri me-SP3 laporan pada Kris Suyanto pada 16 April 2019. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.