Selasa, 30 November 21

Kak Seto Kecam Video Tidak Ramah Anak

Kak Seto Kecam Video Tidak Ramah Anak
* Seto Mulyadi atau Kak Seto.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ramainya lagu  Lelaki Kerdus yang dinyanyikan anak perempuan asal Madura, Jawa Timur, membuat Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) angkat bicara.  Video tersebut ditayangkan di Youtube dengan link

https://www.youtube.com/watch?v=gyURbPMbT54

Ketua Umum Komnas PA Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto  mengecam keras para pihak yang telah memproduksi dan menyebarluaskan video tersebut.

Lirik lagu "Lelaki Kerdus" yang menuai banyak kecaman.
Lirik lagu “Lelaki Kerdus” yang menuai banyak kecaman.

“Komnas PA mengimbau masyarakat untuk membangun persepsi bersama, bahwa video tersebut sungguh-sungguh tidak ramah anak. Menampilkan anak-anak pada tayangan dan nyanyian bertema dewasa dapat disetarakan sebagai bentuk perlakuan salah terhadap anak. Bahkan apabila materi tersebut dibisniskan untuk tujuan komersial, maka patut diwaspadai ada unsur eksploitasi anak,” ungkap Kak Seto dalam keterangan pers yang diterima Obsessionnews.com, Kamis (30/6/2016).

Dengan prinsip perlindungan anak merupakan kewajiban seluruh anggota masyarakat, Komnas PA mengajak seluruh lapisan masyarakat dengan saran berikut:

1) Tidak menyebarluaskan video tersebut.

2) Tidak memberikan komentar yang merendahkan anak-anak, selama video tersebut masih ada di media daring.

3) Menyalurkan kreativitas seni ke dalam karya-karya yang tidak mengorbankan martabat serta kehormatan anak, dan sebaliknya tetap menjunjung anak sebagai insan suci lagi mulia ciptaan Allah SWT.

4) Komnas PA sejak beberapa waktu lalu telah menyampaikan pengaduan perihal video tersebut ke otoritas terkait. Komnas PA mengajak semua pihak yang peduli untuk juga bersama-sama melaporkan keberadaan video tidak ramah anak tersebut ke Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) dan meminta Kominfo untuk memblokir video tersebut, melalui alamat email [email protected]

5) Apabila aparat penegak hukum serta individu maupun organisasi perlindungan anak bermaksud akan memperkarakan pembuat tayangan dan nyanyian pada video tersebut, Komnas PA Indonesia mengimbau agar langkah-langkah yang diambil tetap mengedepankan perlindungan martabat anak-anak yang tampil pada video dimaksud beserta keluarga mereka. Sungguh ironis apabila upaya perlindungan anak justru sengaja maupun tidak justru kian mendorong anak-anak ke posisi rentan terstigmatisasi, terlabeli, dan terhakimi. (Aprilia Rahapit,@aprilia_rahapit )

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.