Rabu, 25 Mei 22

Kahar Sebut Maroef Penipu, Freeport Berjaya

Kahar Sebut Maroef Penipu, Freeport Berjaya

Jakarta, Obsessionnews – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) gagal meminta rekaman asli pembicaraan Ketua DPR RI Setya Novanto dengan Presiden Direktur ‎PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha minyak Riza Chalid di Kejaksaan Agung.

MKD gagal mendapat rekaman tersebut lantaran Maroef tidak mengizinkan bukti rekaman melalui telepon genggamnya dipinjamkan ke pihak lain. Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir pun menuding Maroef sebagai seorang penipu yang tidak berani memberikan rekaman kepada MKD.

“Kita di sini sudah geger dunia, ternyata rekaman yang jadi bukti itu kan disembunyikan. Tepa tepu (tipu-tipu) saja biar kita gontok-gontokan, sementara PT Freeport tetap berjaya,” kata Kahar di DPR Jumat (11/12/2015).

Menurut Kahar, MKD tidak bisa menerima dalam pengusutan kasus Setya Novanto, pihaknya hanya diberikan salinan rekaman. Ia curiga jangan-jangan masih ada rekaman pembicaraan lain yang masih ditutupi oleh Maroef yang sengaja disembunyikan agar publik tidak tahu.

‎”Kalau sama, pasti dikasih dong. Sekarang saya tanya, Maroef Sjamsoeddin itu bertindak dan bergerak atas nama Presiden Freeport. PT Freeport itu perusahaan mana? Asing. Jangan suka bantu asing dong,” kata Kahar.

Kejaksaan Agung masih membutuhkan rekaman tersebut untuk mengusut ada permufakatan jahat yang dilakukan oleh Setya Novanto. Sebelumnya pihak Kejagung juga mengatakan, ada dugaan korupsi dalam kasus tersebut yang perlu ditindak lanjuti.

‎”Berbicara antara mereka bertiga itu bukan sekadar pencatutan saja, tetapi ada masalah lain, tetapi, ada masalah lain yang diduga korupsi,” ‎kata Jaksa Agung HM Prasetyo.

Kahar sendiri dikenal sebagai kawan dekat Setya Novanto. Keduanya adalah politisi Partai Golkar yang pernah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi PON Riau. KPK juga sempat melakukan penggeledahan diruang kerja mereka di DPR. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.