Kamis, 25 April 19

Kadin Yakin Pasar Bebas Asean Bukanlah Ancaman

Kadin Yakin Pasar Bebas Asean Bukanlah Ancaman

 

 

Imar

Jakarta-Kesiapan Indonesia untuk menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015 mendatang masih dipertanyakan. Pasalnya hingga saat ini baik program pemerintah maupun dunia usaha belum terlihat adanya integrasi persiapan ke arah AEC secara spesifik.

 

Jika ditinjau dari dasar dan tujuan diberlakukannya, AEC merupakan realisasi dari keinginan yang tercantum dalam Visi 2020 untuk mengintegrasikan ekonomi negara-negara ASEAN dengan membentuk pasar tunggal dan basis produksi bersama.  Visi 2020 menyatakan bahwa dalam melaksanakan AEC negara-negara anggota harus memegang teguh prinsip open market, outward looking dan market drive economy sesuai dengan ketentuan multilateral.

 

 “Jika melihat tujuannya the ultimate goal dari AEC itu seharusnya memperkuat ekonomi ASEAN untuk menghadapi persaingan global. Dengan memberlakukan AEC, bisa diartikan ASEAN menginginkan agar ekonomi Asia Tenggara pada suatu saat akan terintegrasi ke dalam ekonomi global,” ungkap Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto di sela-sela acara Indonesia Banking Expo 2013, Jum’at (24/5).

 

Menurut Suryo, seharusnya dengan AEC bisa menjadikan Asean sebagai kawasan ekonomi yang besar dan kompetitif. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan agar dunia usaha nasional tetap optimis dan tidak menjadikannya sebagai arena persaingan antar negara anggotanya.

 

Jika AEC sudah diberlakukan di tahun 2015 mendatang, maka akan terjadi  free flow of goods,  free flow of services, free flow of investment, free flow of capital dan free flow of skilled labor. “Namun terserah pada masing-masing negara untuk mendapatkan kemanfaatan dari kebebasan tersebut dan kita harapkan dunia usaha nasional terus meningkatkan daya saing,” kata Suryo.

 

Berdasarkan data World Economy Forum (WEF), daya saing Indonesia berada di urutan 44 dunia pada tahun 2010 kemudian menjadi peringkat 46 dunia di tahun 2011 dan tertinggal di posisi 4 kawasan Asean di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand.

 

Suryo mengatakan, AEC sebagai model integrasi ekonomi kawasan berbeda dengan EEC (European Economic Community). Integrasi model EEC dilakukan dengan menyerahkan keputusan pada lembaga-lembaga yang dibentuk untuk menangani permasalahan ekonomi Eropa.

“Artinya, dengan terbentuknya lembaga Eropa tersebut kedaulatan masing-masing negara untuk memutuskan menjadi berkurang,”pungkasnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.