Sabtu, 1 Oktober 22

Kader Partai, Jaksa Agung Mustahil Bisa Adil

Kader Partai,  Jaksa Agung Mustahil Bisa Adil
* Muhammad Syafi'i.

Jakarta, Obsessionnews.com – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi’i menilai, sangat jelas kenapa Jaksa Agung HM Prasetyo tidak berani menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok lebih dari satu tahun. Sebab, semua tahu Prasetyo adalah kader Partai Nasdem yang menjadi pendukung Ahok.

Ia mengatakan selama Jaksa Agung masih dijabat oleh kader parpol, maka penegakan hukum sulit untuk ditegakkan secara adil, transparan dan bebas kepentingan. Prasetyo saat ini dianggap telah menunjukkan arogansi hukum di mata publik dengan melindungi Ahok.

“Bagaimana mungkin independensi keadilan dalam hukum tegak kalau Jaksanya merupakan kader partai, itu bullshit, dan kalau presiden belum melihat hal ini maka rakyat harus rame-rame datang ke DPR dan MPR sama-sama mendesak sidang istimewa cabut mandat presiden!” ujar Syafi’i di DPR, Kamis (28/4/2017).

Padahal menurutnya, Ahok sudah jelas menghina agama Islam. Bahkan penghinaan Ahok terhadap umat Islam dilakukan berulang kali. “Yang dilakukan Ahok bukan hanya di Kepulauan Seribu, dia bahkan sudah mengatakan lagi akan membuat akun wifi dengan nama Almaidah 51 dengan password kafir. Dia (Ahok) kampanye di medsos (video) menggambarkan betapa brutalnya umat Islam, sehingga menimbulkan ketakutan-ketakutan khususnya warga Tionghoa,” jelasnya.

Syafii mengatakan, keanehan-keanehan juga muncul dalam kasus dugaan penistaan agama saat Ahok yang menjadi terdakwa. Beberapa di antaranya, Syafi’i mengatakan, Ahok tidak ditahan sebagai terdakwa dan tidak dinonaktifkan sebagai gubernur padahal berstatus terdakwa.

“Kemudian tuntutan hukumnya bisa ditunda atas permintaan Kapolda Metro Jaya, dan akhirnya tidak dituntut dengan pasal 165 a seperti yang dituntutn pada pelaku-pelaku sebelumnya,” jelasnya.

Syafii menilai, jika masih ada yang beranggapan bahwa Ahok belum menistakan agama, ini adalah pandangan yang sangat keliru. “Dia memang penista agama Islam,” ujarnya. (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.