Senin, 29 November 21

Kader Golkar Jabar Dukung DPP yang Sah Secara Hukum

Kader Golkar Jabar Dukung DPP yang Sah Secara Hukum

Bandung, Obsessionnews -Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) Yod Mintaraga mengaku kader Partai Golkar di Jabar dalam kondisi solid. Yod meminta semua pengurus di wilayah kota dan kabupaten di Jabar menujukkan kesolidannya terhadap Partai pemenang nomor 2 Pemilu 2014 tersebut.

“Allhamdulilah kader di bawah khususnya di Jawa Barat solid dan loyal pada partai,” tegasnya, Kamis (2/4/2015).

Anggota DPRD Provinsi Jabar ini mendesak semua kadernya untuk proses hukum yang sedang berjalan. “Kita tunggu saja, kan sedang berproses di jalur hukum sesuai dengan undang-undang parpol yang berlaku,” tandasnya.

Menurut Yod,  siapa pun pimpinan partai yang legitimite, pihaknya akan mendukungnya.

Senada dengan Yod,  Wakil Ketua Partai Golkar Kota Bandung Sofyanudin Syarif mengatakan, Golkar sebagai partai yang santun harus kembali terwujud.

Menurut Sofyan, Rabu (1/4), pengambilalihan ruang Fraksi Partai Golkar di DPR RI bukan sifat Golkar yang sesungguhnya.

“Di Bandung, kita aman-aman saja karena semua pihak baik kader maupun pengurus tetap mematuhi aturan hukum,” paparnya.

Kinii, dalam keputusan sela PTUN sudah menyebutkan, bahwa sebelum ada keputusan yang mengingat tidak boleh ada tindakan diluar ketentuan hukum yang berlaku.

Sofyan juga mengatakan Golkar Jabar sendiri menolak adanya Pelaksana Tugas di tubuh Partai berlambang pohon beringin tersebut, Sofyan menolak jika Partai Golkar Kota Bandung mendukung Munas Bali.

“Kita mendukung hasil yang berdasarkan keputusan hukum, jadi siapa pun yang berdasarkan hukum berhak menjadi Ketua, maka keputusan itu yang diikuti,” tegas dia.

“Saya menyayangkan sikap kekerasan dalam Golkar, jangan main otot, semua harus menahan diri dan menunggu Kamis depan dari PTUN, kan dari tergugat Menkumham minta perdamaian dalam waktu sepuluh hari ini, kalau tidak ada perdamaian ya lanjut,” kata Sofyan.

Untuk di Jabar sendiri, menurut Sofyan, masih menunggu keputusan yang inkrah dari Pengadilan, sementara itu untuk caretaker  Yance sebagai ketua DPD partai Golkar yang tersandung dugaan korupsi, semua pengurus menolak adanya caretaker hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kekisruhan di pusat yang terbawa ke daerah. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.