Selasa, 29 November 22

Kabut Asap di Wilayah Sumbar Mengkhawatirkan

Kabut Asap di Wilayah Sumbar Mengkhawatirkan
* setempat, karena sudah menimbulkan penyakit Ispa. (Musthafa Ritoga) Keterangan foto : Jarak pandang bertambah pendek di jalan lintas Sumatera di wilayah Dharmasraya.

Padang, Obsessionnews – Kepala Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten kota di Sumatera Barat (Sumbar) menyiagakan pelayanan kesehatan di daerah masing-masing sebagai antisipasi penanganan penyakit infeksi saluran pernafasan akut atau Ispa akibat kabut asap yang semakin tebal.

“Kita sudah intruksikan kepala dinas kesehatan supaya menyiagakan sarana kesehatan berikut tim medis, supaya masyarakat membutuhkan pertolongan bisa segera diobati,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Sumbar Reydonnizar Moenoek kepada wartawan usai Rapat Fasilitasi Koordinasi Pimpinan Daerah dalam Mewujudkan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Sumbar, Senin (7/9).

Rapat dengan agenda kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan daerah dan optimalisasi penyerapan anggaran di daerah Provinsi Sumbar itu juga membahas bagimana penanganan dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar.

Reydonnizar Moenoek meminta kepala dinas kesehatan untuk menambah stok masker sehingga bila diperlukan bisa segera dibagi terutama siswa anak usia SD, TK dan PAUD. Selain itu pemerintah kabupaten dan kota diminta untuk melakukan pamantauan kualitas udara di wilayah masing-masing.

“Berdasarkan hasil pantauan itu nanti kita putuskan apa langkah yang akan dilakukan ke depan,” ujar Donny.

Ia meminta kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, untuk menghindari gangguan asap terhadap kesehtan. Apabila keluar rumah disarankan untuk menggunakan masker.

Kepada pihak kepolisian, juga proaktif untuk melakukan tindakan hukum kepada siapapun yang berupaya melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan asap.

Ketebalan kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar masing-masing daerah berbeda. Wilayah Sumbar bagian Selatan antara lain Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung dan Solok Selatan serta Kota Swahlunto sudah semakin pendek. Bahkan ketebalan asap di Kabupaten Dharmasraya sudah semakin pekat dan tebal.

Salah seorang warga Dharmasraya, Muhammad samin mengatakan, kabut asap yang menyelimuti daerah itu sudah mengganggu jarak pandang. Akibat kabut asap semakin tebal, jarak pandang di jalan lintas Sumatera semakin pendek antara 300 sampai 500 meter sehingga sebahagian kendaraan menghidupkan lampu kendaraan.

Jarak pandang di sepanjang aliran sungai Batang Hari jarak pandang lebih parah dan sudah mengganggu aktivitas warga

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.