Senin, 27 September 21

Kabulog Jabar Bilang di Gudangnya Tak Ada Beras Sintetis

Kabulog Jabar Bilang di Gudangnya Tak Ada Beras Sintetis

Bandung, Obsessionnews – Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) Jawa Barat (Jabar) me yakinkan warga kalau di gudangnya tidak ada beras sintetis.

Menurut Kepala Bulog Divre Jabar Alif Afandi, Jumat (22/5) beras yang ada di gudang Bulog semuanya datang langsung dari para petani di Jabar.

“Kita bekerjasama dengan para ketua kelompok tani di Jawa Barat termasuk juga dengan surveyor independen, jadi tidak ada beras sintetis di kita,” ujar Alif.

Bulog sendiri menjamin keaslian beras digudangnya, karena selama ini bulog hanya melakukan penyediaan beras medium, sementara yang berkembang saat ini adalah beras sintetis yang dicampur beras premium.

Alif juga menyinggung beras raskin yang dikomplainkan warga Cianjur, karena selain bau, berkutu dan berwarna, pihaknya perintahkan satuan kerja yang mengirim beras raskin di tingkat kelurahan di Jabar untuk segera mengganti beras kwalitas buruk dengan yang paling baik.

Elly Wasliah
Elly Wasliah

Sementara itu sejumlah pedagang beras di Bandung bertanya-tanya tentang bentuk beras plastik yang ramai dibicarakan media. “Saya ragu apa betul ada beras plastik, saya saja pedagang yang sudah puluhan tahun belum pernah menemukan beras dari plastik,” ujar Mimin pedagang beras di kawasan Bandung Timur.

Mimin mengaku banyak dari pembelinya menanyakan tentang beras yang dijualnya, apakah beras plastik atau bukan, meskipun pertanyaannya sambil bercanda, namun dirinya harus selalu memberi penjelasan bahwa beras yang dijualnya betul-betul beras asli.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung melalui Kepala Dinasnya Elly Wasliah  terus menghimbau kepada warga kota Bandung agar tidak tergiur harga beras murah, sambil meminta warga untuk melaporkan apabila ditemukan beras sintetis. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.