Kamis, 7 Juli 22

Kabinet Ekonomi Jokowi, Mafia UI VS UGM

Kabinet Ekonomi Jokowi, Mafia UI VS UGM

Jakarta – Pilihan bagi presiden terpilih, Joko “Jokowi” Widodo, untuk mengisi pos menteri keuangan didominasi alumni Universitas Indonesia, yang lulusannya turut membantu menciptakan kebijakan ekonomi di Tanah Air dalam beberapa dekade terakhir.

Demikian hasil survei terhadap sebelas analis dan akademisi yang dilakukan Bloomberg mengenai kandidat terkuat yang akan menduduki jabatan menkeu dalam kabinet Jokowi-Jusuf Kalla.

Tiga nama muncul sebagai kandidat terkuat, yakni M Chatib Basri dan Bambang PS Brodjonegori, Menkeu dan Wakil Menkeu saat ini, serta Sri Adiningsih. Chatib dan Bambang merupakan alumni UI, sedangkan Adiningsih lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Kabinet yang disusun Jokowi, seperti dilansir laman Bloomberg, Jumat (25/7), akan membantu menentukan kebijakannya, di tengah upaya memenuhi target pertumbuhan yang belum pernah dibukukan Indonesia sejak sebelum krisis keuangan Asia pada era 1990-an.

Sebelumnya, posisi menkeu kerap diisi para teknokrat lulusan Fakultas Ekonomi UI, yang menjadi terkenal ketika sejumlah alumnusnya yang melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat, kemudian lebih dikenal dengan sebutan Barkeley Mafia yang menjadi penasihat mantan presiden Soeharto.

“Ini akan menjadi penyeimbang antara profesional dan tekanan politik,” ujar Fauzi Ichsan, anggota tim penasihat Jokowi di bidang keuangan dan perbankan. “Reputasi dan track record Chatib bisa diterima pasar. Dia cukup dekat dengan lingkaran kekuasaan di Indonesia saat ini.”

Pada kesempatan itu, Fauzi menilai Chatib, Bambang Brodjonegoro, Kepala BKPM Mahendra Siregar dan Dirjen Pajak, Fuad Rahmany, sebagai kandidat untuk menjadi menkeu dalam kabinet Jokowi.

Sementara itu, Jokowi sendiri belum memberikan indikasi siapa yang akan duduk dalam kabinet untuk membantu memenuhi janjinya guna mendongkrak pertumbuhan, meningkatkan investasi dan memangkas subsidi energi yang telah menghambat pembangunan infrastruktur dan menekan neraca transaksi berjalan (current account). Sebelumnya, dia mengungkapkan bahwa para menteri di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono juga berpeluang untuk bergabung.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, pengamat ekonomi dari UI, Faisal Basri, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman Hadad, anggota tim ekonomi Jokowi, Arif Budimanta, Mahendra Siregar dan Fuad Rahmany semuanya merupakan alumni Universitas Indonesia yang masuk dalam daftar kandidat potensial dalam survei Bloomberg. Kandidat lainnya yang merupakan alumnus UGM, yang juga almamater Jokowi, adalah Tony Prasetiantono.

“Mereka bisa maju karena mereka lebih baik ketimbang lainnya,” tutur Ari Kuncoro, Dekan Fakultas Ekonomi UI.
“Fakta bahwa kami memiliki banyak alumnus dalam kabinet, itu merupakan bonus. Saya sangat senang, dalam arti bahwa kita dapat melihat bagaimana pengetahuan yang kita ajarkan di sini dapat diterapkan untuk masyarakat luas. Jadi kita memang bangga.”

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.