Selasa, 19 Oktober 21

Kabareskrim Tunggu Perintah Kapolri Usut 9 Kasus Korupsi

Kabareskrim Tunggu Perintah Kapolri Usut 9 Kasus Korupsi

Jakarta, Obsessionnews – Kabareskrim Komjen Pol. Budi Waseso (Buwas) mengatakan Bareskrim tinggal menunggu surat perintah dari Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti untuk menyiapkan 500 penyidik guna mengusut sembilan kasus dugaan korupsi bernilai triliunan rupiah.

“Harus ada sprinnya dari Pak Kapolri karena ada pertanggungjawaban pembiayaan penyidikan,” ujar Buwas di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/7/2015).

Menurut Buwas, anggaran penyidikan sembilan kasus korupsi triliunan rupiah ini di luar dari pagu anggaran yang sudah ditetapkan.

“Sebenarnya itu di luar daripada budget kita yang ada,” ungkapnya.

Soal besaran anggaran yang dimaksud, Bareskrim belum memberikan keterangan yang rinci. Dia menjelaskan, anggaran tersebut dibutuhkan untuk pembiayaan operasional penyidikan.

“Saya kalau penegakan hukum jangan dikaitkan dengan lembaga,” kata dia.

Adapun mengenai detail kasusnya menyangkut institusi mana dan apakah pejabat pemerintahan, Kabareskrim meminta dalam penanganan kasus ini jangan dikaitkan dengan institusi.

“Terkait siapa yang terlibat, Kabareskrim menjawab, “macam-macam sih,” jelasnya.

Seperti diketahui, Bareskrim tengah membidik sembilan kasus dugaan korupsi dengan nilai triliunan rupiah, 23 kasus bernilai ratusan miliar, dan 35 kasus korupsi bernilai puluhan miliar.

Hingga kini Bareskrim masih merahasiakan kasus korupsi triliunan rupiah itu. Namun belakangan Bareskrim telah menetapkan tiga tersangka kepala daerah terkait kasus dugaan korupsi.

Masing-masing Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah terkait korupsi pembayaran honor Tim Pembina Rumah Sakit M. Yunus dengan perkiraan nilai kerugian Rp359 juta serta Bupati Bengkalis Herliyan Saleh terkait belanja hibah Sekretariat Daerah, kerugian Rp31 miliar.

Bupati Kotabaru Irhami Ridjani juga dijadikan tersangka atas kasus pemaksaan izin pertambangan di Kalimantan Barat dengan kerugian negara ditaksir Rp17 miliar. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.