Kamis, 2 Desember 21

KAA Penting Untuk Hadapi Dominasi Pasar Bebas

KAA Penting Untuk Hadapi Dominasi Pasar Bebas

Semarang, Obsessionnews – Seiring dekatnya Konferensi Asia Afrika (KAA) menjadikan momentum penting bagi negara-negara di kawasan Asia-Afrika, khususnya Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Prof Dr Adjie Samekto SH. Mhum menjabarkan bahwa pasar bebas merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri. Pasalnya, globalisasi sangatlah identik dengan kondisi pasar bebas.

“Tapi yang terjadi adalah negara-negara maju itu, yang yakin dengan pasar bebas sering memaksakan kehendak kepada Developing Countries (negara berkembang),” ujar Adjie saat dihubungi obsessionnews.com, Jumat (10/04).

Pemaksaan kehendak ini wujudnya bermacam-macam. Salah satu yang seringkali dilakukan berupa tekanan untuk menerbitkan produk hukum. “Contohnya itu undang-undang privatisasi, tentang HAKI, juga anti monopoli, itu semua kan produk cara berpikir pasar bebas,” terangnya.

KAA sendiri sejatinya merupakan gerakan solidaritas bangsa-bangsa Asia Afrika yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Walaupun saat ini perang dingin sudah usai, KAA masih berperan penting di dunia.

Indonesia sendiri memegang poin sentral, terlebih dengan Pancasila sebagai margin of appreciation. Apalagi di tahun 1955 figur Soekarno sangat berpengaruh, representasi anti penjajahan dan perjuangan. Namun apakah KAA masih menjadi hal penting bagi dunia disaat ini, itu satu hal lain.

“KAA penting untuk hadapi dominasi pasar bebas. Kita diingatkan untuk waspada pasar bebas, jangan sampai terjebak dan memberikan pembenaran pasar bebas, yang akhirnya merugikan kita sendiri,” tutur Adjie.

Dia pun berharap dengan digelarnya perhelatan KAA di Bandung tanggal 19-24 April 2015,negara peserta konferensi terutama Asia mampu menyadari betapa krusialnya pasar bebas kelak. “Saya berangan-angan kita jangan sampai terjebak dengan liberalisasi perdagangan ini,” tutupnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.