Minggu, 4 Desember 22

Jutaan Warga Indonesia Mendadak Miskin

Jutaan Warga Indonesia Mendadak Miskin
* Warga miskin Indonesia. (GNFI)

Sebanyak 13 juta orang kelas menengah bawah di Indonesia berpotensi jatuh ke jurang kemiskinan. Potensi tersebut datang menyusul ketentuan baru bank dunia mengenai hitungan paritas daya beli atau kemampuan belanja.

Bank dunia menetapkan garis kemiskinan ekstrem naik dari USD 1,9 per orang per hari menjadi USD 2,15 per orang per hari, atau sekitar Rp 32.800 per hari.

Sementara orang kelas menengah atas di Indonesia yang turun kelas mencapai 27 juta orang. Secara keseluruhan, terdapat 174 juta orang kelas menengah atas di Asia yang turun kelas.

Sementara itu Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi pada September 2022 akan mencapai 5,88% secara tahunan (year on year/yoy).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Wahyu Agung Nugroho dalam pelatihan media bersama BI di Ubud, Bali, Sabtu (1/10/2022).

“Berdasarkan survei pemantauan harga, survey pada minggu kelima, bulan ini (September 2022) inflasinya sekitar 5,88% yoy,” jelas Wahyu.

Adapun ekspektasi inflasi BI 5,88% (yoy) pada September 2022 lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi Agustus 2022 yang tercatat 4,69% (yoy).

Wahyu menjelaskan komoditas penyumbang inflasi pada September 2022 di antaranya adalah bensin sebesar 0,91% secara bulanan. Secara umum, berdasarkan perhitungan BI, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertalite, Solar, dan Pertamax akan menambah inflasi 1,8% hingga 1,9%.

Transmisi kenaikan harga BBM akan dirasakan pada kenaikan harga barang-barang lainnya. Dampak putaran kedua atau second round dari kenaikan harga BBM akan dirasakan sekitar 3 bulan mendatang.

Persoalan inflasi di Indonesia, kata Wahyu masih bersumber dari harga pangan bergejolak (volatile food) dan administered prices (harga yang diatur pemerintah).

Oleh sebab itu, kenaikan suku bunga acuan BI7DRR yang dinaikkan menjadi 4,25% sudah sekaligus menjangkar ekspektasi inflasi ke depan.

BI berkeyakinan inflasi Indonesia akan kembali ke sasaran 3% plus minus 1% pada pertengahan tahun depan, dengan cara memperkuat koordinasi antara tim pengendali inflasi pusat (TPIP) dan tim pengendali inflasi daerah (TPID).

Sebelumnya Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut ekpektasi inflasi pada September 2022 akan mencapai 5,89% (yoy).

“Survei pemantauan harga pada bulan ini yang dilakukan Bank Indonesia inflasi (indeks harga konsumen/IHK) sudah akan naik menjadi 5,89% (year on year/yoy),” jelas Perry dalam konferensi pers Kamis (22/9/2022).

Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri akan mengumumkan inflasi pada periode September 2022 pada 3 Oktober 2022 mendatang. (CNBC/CNN/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.