Selasa, 22 September 20

Junimart Girsang: Ini Semua Jalan Tuhan

Junimart Girsang: Ini Semua Jalan Tuhan
* Anggota MPR RI, Junimart Girsang. (Foto: Sutanto)

Obsessionnews.com – Mengabdikan hidup di dunia hukum puluhan tahun lamanya, tak membuatnya cukup. Ia ingin berbuat lebih banyak lagi untuk kemaslahatan masyarakat dan bangsa ini. Duduk di kursi Senayan merupakan pilihan tepat baginya, lantaran dengan menjadi wakil rakyat, ia bisa berbuat dan terjun langsung menyerap inspirasi masyarakat sesuai tugas dan fungsi wakil rakyat khususnya masyarakat dapilnya di Sumatera Utara 3 yaitu Langkat, Binjai, TanjungBalai, Asahan, Batubara, PematangSiantar, Simalungun, Tanahkaro, Dairi, Pakpak Bharat.

Perawakannya yang tinggi besar, sekilas terlihat garang dan tak ramah. Namun kesan itu menghilang dengan sendirinya saat kita sudah larut dalam perbincangan santai bersamanya dan mengenalnya lebih dalam. Ya, Junimart Girsang yang cukup dikenal tegas ketika memimpin sidang di MKD adalah sosok ramah, mengayomi dan begitu memperhatikan masyarakat di dapilnya. Ia bahkan tak segan ‘nongkrong’ bersama masyarakat di warung kopi sembari menampung aspirasi saat kunjungan kerja ke lapangan.

Bukan pula sekadar jargon dan janji-janji manis saat kampanye, ayah tiga putri ini, telah membuktikan kerja nyatanya pada masyarakat begitu ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2014 – 2019. Baginya, duduk di senayan bukanlah sekadar untuk gagah-gagahan, namun lebih kepada bentuk pengabdian pada masyarakat. Ia ingin serius bekerja untuk masyarakat. Meski sebelumnya, ia mengaku sama sekali tak pernah memiliki mimpi dan cita-cita untuk menjadi wakil rakyat, namun ia percaya apa yang dijalaninya ini merupakan amanah dan ibadah.

Bersama istri dan tiga putri.
Bersama istri dan tiga putri.

“Sebagai ummat beragama, saya percaya bahwa ini jalan Tuhan. Hidup saya mengalir dan saya tidak punya beban. Awalnya saya pengacara, berjalan begitu saja. Sampai kemudian hati saya terpanggil untuk berbuat kongkrit melalui lembaga politik. Karena kalau hanya melalui dunia lawyer, saya tak bisa berbuat apa apa kecuali melakukan pembelaan terhadap penegakan hukum. Tapi di DPR, saya bisa berbuat banyak untuk masyarakat,” Junimart mengemukakan tujuan mulianya. “Saya masuk DPR bukan untuk mencari pekerjaaan tetapi murni untuk bekerja dan pengabdian sebagai wakil rakyat,” imbuhnya.

Sebagai anggota DPR RI, Junimart menyadari resiko-resiko yang dihadapinya, antara lain, citra parlemen yang masih buruk di mata masyarakat. Untuk menepis anggapan tersebut, serta memperbaiki citra parlemen, salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan berbuat sesuatu, tidak hanya duduk manis di Senayan.

“Ya kita berbuat sesuatu lah, turun ke lapangan tamping dan serap aspirasi dari masyarakat,awasi proses penegakan hukum,dll. Maka masyarakat akan melihat dan merasakan langsung apa yang telah kita perbuat. Wakil rakyat harus dekat dengan masyarakat, kita harus interaktif dan komunikatif. Jadi mari kita turun, reses 15 hari jangan hanya 2 hari hanya untuk memenuhi syarat titik-titik saja, kunjungan kerja 3 hari jangan hanya 1 hari. Saya paling enjoy turun ke dapil, bisa berbincang-bincang dan berinteraksi dengan masyarakat dan menampung aspirasi mereka,” ucap Doktor Ilmu Hukum Pidana dari Universitas Padjajaran Bandung ini dengan mimik dan nada serius.

Tidak ada yang tidak mungkin baginya. Ia yakin, jika semua memiliki niat yang sama, bekerja untuk rakyat dengan sungguh-sungguh, semua tak lagi menjadi berat, dan citra DPR RI perlahan-lahan akan menjadi lebih baik, tak lagi buruk di mata masyarakat.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama masyarakat Sirpang Bage di Losd Sirpang Bage, Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatangsilimahuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama masyarakat Sirpang Bage di Losd Sirpang Bage, Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatangsilimahuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Selama menjalankan tugas turun ke lapangan, pria kelahiran Medan 3 Juni 1963 ini, seringkali menemui fakta-fakta unik dan menarik baginya, sekaligus ada beberapa yang membuat miris, yakni masalah tergesernya nilai-nilai berbangsa dan bernegara. Ya, Junimart yang juga tercatat aktif sebagai anggota MPR RI, rutin mensosialisasikan 4 pilar ke berbagai daerah hingga ke pelosok-pelosok negeri ini.

“Ketika saya bicara tentang Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI ke daerah-daerah itu sangat menyedihkan, memprihatinkan. Sebagian besar sudah lupa lagu Indonesia Raya, anak-anak sudah tidak bisa secara mantap menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Saya sudah hampir menjalaninya lebih dari 100 tempat, bisa dibayangkan. Hasil di daerah ini saya bawa ke badan pengkajian MPR RI. Saya sampaikan bahwa sekarang sudah harus kembali kepada ruhnya. Kita bangun hidupkan kembali Empat Pilar itu, hidupkan kembali mata pelajaran PMP dan program P4.

Menurut Junimart, faktor itu pula yang kemudian gampang memicu perpecahan di masyarakat seperti “rasis dan SARA” dan dinamika social negatif lainnya. Junimart menegaskan, bahwa ini bukan hanya tugas MPR RI namun juga tugas semua wakil rakyat di DPR RI.

“Ini juga menjadi bagian dari fungsi dan tugas DPR. Jadi bukan hanya di fungsi pengawasan, anggaran, dan legislasi,” katanya.

Fungsi DPR RI dalam hal fungsi pengawasan dan fungsi legislasi juga menjadi hal yang paling penting baginya. Menurutnya, kedua fungsi tersebut sudah saatnya harus direformasi untuk menghindari adanya undang undang yang tumpang tindih dan praktek fungsi pengawasan yang kebablasan.

Sebagai wakil rakyat, Junimart ingin dan sangat berharap masyarakat bisa merasakan betul fungsi dan keberadaan DPR RI di tengah-tengah negara ini. Mereka bisa merasakan para wakil rakyat benar-benar bekerja menampung aspirasi, menyampaikannya hingga mampu merealisasikan aspirasi tersebut.

“Mari kita kembalikan kepercayaan masyarakat kepada para wakilnya di DPR RI agar betul-betul fungsi dan tugasnya sebagai wakil rakyat, untuk rakyat. Ini menjadi tantangan saya, DPR dalam sorotan rakyat”. Junimart Girsang menutup pembicaraan. (Nasakah: Suci Yulianita/MO)

Artikel ini dalam versi cetak telah diterbitkan di Majalah Men’s Obsession edisi Oktober 2016 dalam rangka memperingati Hari Parlemen Indonesia tanggal 16 Oktober.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.