Rabu, 25 Mei 22

Jumlah Wisatawan ke Bukittinggi Turun Akibat Kabut Asap

Jumlah Wisatawan ke Bukittinggi Turun Akibat Kabut Asap
* Ngarai Sianok.

Bukittinggi, Obsessionnews – Kabut asap yang menyelimuti Bukittinggi, Sumatera Barat, dalam tiga pekan terakhir ini merugikan sektor pariwisata. Gara-gara kabut asap jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Ngarai Sianok turun drastis. Pada hari biasa kunjungan mencapai 400 orang per hari, dan kini merosot menjadi 100 orang. Sebagian besar wisatawan berasal dari Malaysia.

“Kabut asap membuat pemandangan alam Ngarai Sianok yang indah tidak lagi dapat dilihat, dan membuat sesak nafas pengunjung,” kata petugas pengelola Ngarai Sianok, Burhan, Sabtu (12/9/2015).

Tarif masuk ke Ngarai Sianok senilai Rp5.000 pada hari biasa dan Rp8.000 ketika libur, masing-masing per orang.

Gafur, salah seorang pengunjung asal Pekanbaru, mengatakan kabut asap membuat Ngarai Sianok menjadi kurang menarik dikunjungi karena pemandangannya tertutup.

“Kalau cuaca cerah pemandangan alamnya bagus. Sekarang tidak kelihatan karena terhalang kabut,” ujarnya.

Ia juga mengaku khawatir terhadap kondisi kesehatan karena kualitas udara yang dinilai buruk.

Staf Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sicincin Rizki mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang pada pukul 13.00 WIB, indeks partikel dalam udara mencapai 159ug/m3 atau masuk kategori tidak sehat.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) mengemukakan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera telah menimbulkan kerugian pada sektor pariwisata mencapai Rp5 miliar per hari.

“Jumlah kunjungan turis ke Riau, Jambi dan Sumatera Selatan yang dilanda kabut asap mencapai 5.000 orang setiap hari. Kalau satu orang berbelanja Rp1 juta, maka dunia pariwisata kehilangan uang Rp5 miliar per hari,” kata Ketua Umum Asita Asnawi Bahar.

Menurutnya, jika kabut asap terjadi dalam jangka panjang, maka menimbulkan dampak luar biasa terutama pada sektor ekonomi kerakyatan dan usaha kecil dan menengah.

Asnawi meminta pemerintah pusat serius menanggulangi kabut asap karena yang akan terkena dampaknyadalah rakyat kecil. (ant/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.