Senin, 20 September 21

Jumlah Premi KJS Dikaji dengan Sitem INA CBG’s

Jumlah Premi KJS Dikaji dengan Sitem INA CBG’s

Prattama

Jakarta-Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini tengah mengkaji besaran jumlah premi melalui sistem pembayaran INA CBGs (Indonesia Case Base Group’s). Mekanisme pembiayaan yang sempat diributkan oleh pihak DPRD beberapa waktu lalu ini membuat pihak dewan melayangkan interpelasi (Hak Interpelasi) kepada Gubernur Joko Widodo karena ketidakpahaman mereka tentang sistem tersebut. “Masih dirembuk, belum bisa dinaikan. Baru dalam proses aja,” ujarnya di Balaikota, Jakarta Pusat. Rabu (29/05/2013).
INA CBGs merupakan sistem pembayaran dengan paket. Misalnya ada pasien yang menderita penyakit tertentu. Maka pihak RS sudah memiliki gambaran biaya obat dan perawatan hingga pasien tersebut sembuh. Paket pembayaran ini akan merujuk pada keputusan Kementrian Kesehatan.

Jokowi juga menjelaskan dirinya terus melakukan koordinasi dengan pihak Kemenkes dan Askes dalam menentukan tarif premi KJS. Hal ini dilakukan sebab RS swasta merasa keberatan dengan sistem pembayaran INA CBGs. “Ini bersama terus kok, tiap hari ketemu. Askes diajak, Kemenkes diajak, semuanya ada,” jelasnya.

Untuk diketahui, sistem pembayaran seperti ini akan diberlakukan tahun 2014 jika sistem ini berhasil diterapkan di rumah sakit – rumah sakit yang berada di Jakarta.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.