fbpx

Kamis, 21 Februari 19

Jully B Nara Tangguh dan Religius

Jully B Nara Tangguh dan Religius
* Director Nara Park, Owner Madame Sisca, Madame Couture & Naturale Kitchen Jully B. Nara. (Foto: Sutanto)

Jakarta, Obsessionnews.com – Awal berjumpa di kawasan Nara Park Bandung, sosok Jully B Nara mencerminkan karakter ramah dan menyenangkan. Berbincang dengan ibu tiga anak ini waktu seperti berjalan terlalu cepat. Penuturan demi penuturannya melukiskan makna yang dalam. Dia berkisah tentang suka duka perjalanan hidup, hingga merintis karier dan bisnis. Secara apik Jully menguntai makna kebahagiaan yang menurutnya tidak bisa diukur dengan uang.

“Prinsip kehidupan saya, ketika kita membahagiakan orang, maka kita juga akan berbahagia. Ini seperti hukum gravitasi dalam rohani. Apa yang kita buat akan kembali kepada kita. Seperti itu tujuan hidup saya, dikelilingi dengan kebahagiaan, dicintai oleh orang banyak, dan menjadi berguna bagi orang lain,” tuturnya kepada Women’s Obsession di sela pemotretan yang seru siang hari itu.

Prinsip tersebut bukan sekadar kalimat. Bertahun-tahun dia menerapkannya. Berusaha menjadi sosok bermanfaat bagi orang banyak, antara lain menyebarkan ilmu dan pengalaman. Baginya arti kesuksesan adalah ketika bisa menciptakan generasi lebih baik. Karena itulah, setiap saat harus diisi dengan hal berfaedah. Jully berani menyebut dirinya bukanlah tipe sosialita pada umumnya. Duduk-duduk di kafe berkumpul dan bergosip baginya adalah wasting time.

“Saya lebih senang menggunakan waktu yang sedikit untuk hal bermanfaat. Mencari bagaimana caranya agar bisa selalu meningkatkan diri,” tegasnya penuh ambisi.

Menapaki Liku Perjalanan Bisnis

Seringnya berinteraksi dengan banyak orang membuat kemampuan di bidang komunikasinya sedikit demi sedikit terasah. Dia dipertemukan dengan orang-orang di bidang Food & Beverages(F&B) dan mendirikan Madame Sisca Pattiserie. Di bidang tersebut Jully mengaku mempelajarinya dari nol. Namun, motivasi yang kuat membuatnya terus konsisten menekuninya. Bila ada waktu luang, dia sempatkan untuk mengambil berbagai course. “Saya memang belajar secara otodidak. Hal yang paling penting adalah adanya kemauan yang kuat dan selalu ingin menambah wawasan,” jelasnya.

Ketertarikannya di bidang fesyen juga mendorongnya untuk mendirikan Madame Couture dan berbisnis busana. Kemudian, dia merasa beruntung dipertemukan lagi dengan orang yang ahli di bidang nutrisi makanan maupun menciptakan brand catering sehat Naturale Kitchen. Dia berkata, “Kalau ada peluang akan saya ambil. Tentu diiringi dengan kadar kemampuan yang terus ditingkatkan. Jika Tuhan mengizinkan, saya bertekad semakin melebarkan sayap.”

Terakhir, jalannya kembali terbuka di bidang F&B, yakni Nara Park. Bernuansa cozy, pusat culinary leisure ini berkonsep outdoor menyatu dengan alam memberi kesan seperti halaman belakang villa di pedesaan. Di lokasi seluas 6.000 meter persegi, destinasi ini dikelilingi taman-taman tematik asri dan pepohonan. Tepat di seberang taman rumput seluas 1800 meter persegi, berderet tujuh restoran dengan konsep variatif. Terdapat bangunan bernuansa heritage berpadu kayu semi outdoor, dengan titian tangga unik juga spot instagenic. Tak ketinggalan, tersaji restoran maupun kafe yang menawarkan beragam santapan, mulai dari olahan khas Nusantara hingga suguhan kopi terbaik.

Tangguh dan Religius

Di antara keluarga dan rekan, Jully memang dikenal sebagai pribadi ulet dan tangguh. Mengingat perjalanan hidupnya penuh lika-liku sebelum sampai ke titik sekarang ini. Dia menuturkan, “Saya memang banyak menghadapi tantangan dan kejadian yang kurang baik. Namun, semua itu membentuk mental dan pribadi saya. Bila tidak melalui pengalaman tersebut di masa kecil, bisa jadi saya tidak akan menjadi seorang hardworker, mungkin menjadi anak yang manja. Segala pengalaman sulit dalam perjalanan hidup itu menghasilkan sesuatu. Ini juga baru saya sadari setelah dewasa.”

Dia mengaku bersyukur mampu memetik segala hikmah dan melangkah menjalani hidup yang dilimpahi kebahagiaan. Ketika mengerjakan sesuatu harus ada kemauan, visi misi, berdoa kepada Tuhan. Rasa takut harus dihilangkan dan berani melangkah.

“Salah satu prinsip saya lainnya adalah mengingat Tuhan di setiap sendi kehidupan. Ketika ada tuntunan agama di dalam diri, tujuan hidup kita pun jelas untuk apa, yakni menjadi orang yang berguna. Kita akan mendapati hidup dipenuhi keajaiban dan kemudahan ketika kita melibatkan-Nya. Untuk dapat memiliki hubungan dengan Tuhan, kita harus mengundang-Nya masuk ke dalam hidup kita,” tuturnya.

Jully selalu berbagi kasih, dengan cara mengajar dan memotivasi. Baginya, Tuhan telah berniat baik untuk semua ciptaan-Nya, maka kita diciptakan untuk menjadi orang yang sukses, berpengaruh, berhasil dalam kehidupan, dan berguna bagi keluarga maupun orang di sekitar. Tujuan hidup adalah pemicu luar biasa yang membuat manusia jadi mencurahkan berbagai fokus dan energinya untuk mendapatkan itu semua. “Berlomba berbuat baik, agar orang-orang mengenal kita sebagai pribadi yang baik. Sehingga segala yang menyangkut kredibilitas kita pun dipermudah,” ujarnya diiringi senyuman manis.

Di tengah kesibukannya, dia banyak melakukan aktivitas religi. “Passion saya memang di situ, semua orang jadi terpacu melihat spirit saya,” tandasnya. Prinsip sehari-hari tercermin dari kesenangannya berbagi ilmu dan menjadi motivator. Mengembangkan kecerdasan kesadaran diri agar lebih bisa bersyukur sekaligus membuat orang lebih maju dan berguna. “Saya baru sadar di usia ini, bahwa Tuhan tidak percuma menciptakan saya. Mengajar itu memiliki manfaat dan orang-orang bisa belajar dari pengalaman-pengalaman kita. Selain itu, ketika
mengajar setiap materi seolah menjadi pijakan kecil untuk sampai ke sisi lain,” ujar Jully.

Contohnya, memberikan motivasi bekerja keras. Dia menanamkan kepada para staf pentingnya investasi. Saat ini sudah banyak orang mulai mengalokasikan dananya untuk investasi masa depan, bukan saja mereka yang memiliki penghasilan tinggi.

Menurutnya, hambatan terbesar dalam pengajaran ialah tidak adanya keinginan untuk mengajarkan. Banyak orang berpengetahuan yang menganggap hanya dia yang bisa menguasai sesuatu, sehingga tidak mau berbagi kepada orang lain, karena dianggap tak akan menguasai. Ada pula yang takut tersaingi oleh yang diajari nantinya menjadi lebih ahli. Hal itu tidak berlaku bagi Jully. Sebagai sosok yang mau belajar kepada siapapun, semakin banyak yang terinspirasi, maka jadi kesuksesan baginya. Baik itu lingkungan kerabat, pekerjaan, kenalan dan lainnya. (Angie Diyya/Women’s Obsession)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.