Senin, 25 Oktober 21

Breaking News
  • No items

Jual Buah-Buahan di Subang Perlu Sentuhan Marketing

Jual Buah-Buahan di Subang Perlu Sentuhan Marketing
* Penjual Buah-Buahan di Sepanjang Jalan saat dibeli oleh Pelancong

Subang – Pada liburan akhir pekan, hasil penjualan buah-buahan di Subang, Jawa Barat, meningkat. Ibu Cucu (25 tahun), salah seorang penjual buah-buahan yang biasa mangkal di Jalan Piere Tandean, mengaku penjualannya meningkat tajam. “Kalau biasanya 3 kuintal habis dua hari, kalau sekarang sudah mau habis lagi,” ujar Cucu kepada Obsessionnews, Minggu (22/3/2015).

Kebanyakan pembeli mencari nanas. Khususnya nanas madu. Namun sekarang lagi jarang. Selain nanas, Cucu menyediakan rambutan dan krupuk khas Subang. Dari pantauan di lapangan, kebanyakan menggunakan kendaraan keluarga berplat nomor Jakarta dan Bandung. Para pembeli sebagian besar membeli sebagai oleh-oleh keluarga di kota asalnya.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Subang (Unsub). Lusiana SP, mengatakan produk pertanian di Subang bisa bernilai sangat tinggi apabila mendapat sentuhan kemasan yang bisa meningkatkan nilai tambah dari produk pertanian. Terbukti buah-buahan Subang masih menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung. Baik liburan akhir pekan ataupun liburan panjang.

Oleh karena itu sentuhan pengolahan dengan cita rasa lezat dan kemasan yang menarik perlu serius dilakukan petani, Terlebih konsumen menyukai produk jadi yang tahan lama. Sedangkan produk pertanian yang dijual oleh para petani dalam bentuk buah-buahan segar lebih cepat kadaluarsa.

Lusiana SP
Lusiana SP

Dengan potensi pertanian yang besar, lanjut Lusiana, diharapkan petani bisa berkembang menjadi petani yang berkelanjutan. “Dari beberapa seminar yang digelar saya menangkap ada harapan besar petani itu jangan sebatas jadi ‘petani’ belaka. Tetapi berkembang memberikan sentuhan lebih pada produknya,” jelasnya lagi.

Petani berhadapan dengan kendala non teknis seperti informasi pendukung pemasaran, keberadaan tempat/lokasi berjualan dan penguasaan teknologi/pengetahuan atas teknologi pengolahan.

Mengenai permodalan menurut Lusiana, kalangan perbankan relatif siap untuk memberikan modal kepada petani untuk mengembangkan pertanian. “Permodalan siap. Karena aliran dananya (sudah) jelas peruntukkannya,” pungkasnya. (Teddy Widara)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.