Sabtu, 28 Mei 22

JPU Hadirkan Amin Suma untuk Jadi Saksi Agama Sidang Ahok

JPU Hadirkan Amin Suma untuk Jadi Saksi Agama Sidang Ahok
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) kembali menggelar sidang dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ke-10, yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017). Agenda sidang hari ini mendengarkan keterangan empat ahli agama yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Empat ahli agama yang dihadirkan yaitu Prof Dr Muhammad Amin Suma, ahli bahasa ada Prof Mahyuni, sementara dua ahli pidana yang dihadirkan yakni Dr Mudzakkir dan Dr H Abdul Chair Ramadhan. Dari ahli itu terdiri dari 2 ahli pidana, 1 ahli bahasa, dan 1 ahli agama.

Prof Dr Muhammad Amin Suma dihadirkan pertama kali. Ia merupakan ahli agama Islam, yang melaksanakan tugas menjadi ahli berdasarkan surat tugas dari MUI tanggal 8 November 2016. Minggu lalu, tim pengacara Ahok juga menolak memberi pertanyaan kepada ahli agama yang dihadirkan JPU, Hamdan Rasyid. Hamdan berasal dari Komisi Fatma MUI.

Pada sidang Selasa (7/2) lalu, hakim telah mendengarkan dua saksi fakta, yakni Jaenudin dan Sahbudin, yang merupakan nelayan Kepulauan Seribu. Dua ahli yang dihadirkan dalam sidang tersebut adalah Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri AKBP M Nuh Al Azhar sebagai ahli forensik dan anggota Komisi Fatwa MUI Hamdan Rasyid.

Kedua nelayan Kepulauan Seribu itu mengaku tidak memperhatikan saat Ahok menyinggung soal Al-Maidah ayat 51 dan baru sadar ada pro-kontra ketika sudah ramai. Sementara itu, AKBP M Nuh Al Azhar mengatakan tidak ada video Ahok yang diedit dan membenarkan pada rekaman konferensi pers di NasDem bahwa Ahok mengucapkan Al-Maidah.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena penyebutan Surat Al-Maidah ayat 51 saat bertemu dengan warga di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Jaksa menyebut, meskipun kunjungan tersebut tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta, Ahok sudah terdaftar sebagai salah satu cagub. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.