Rabu, 24 April 19

Jokowi: Untuk Jadi Negara Maju Perlu Kerja Keras

Jokowi: Untuk Jadi Negara Maju Perlu Kerja Keras
* Presiden Jokowi menghadiri acara deklarasi dukungan Koalisi Alumni Diponegoro untuk pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Amin di Semarang. (Foto: dok timses)

Semarang, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat harus optimis bahwa ke depan Indonesia akan menjadi sebuah negara maju. Namun Jokowi menegaskan, untuk menjadi negara maju perlu kerja keras dari semua komponen bangsa. 

“Jangan sampai kita dibohongi oleh jargon-jargon yang mudah. Enggak ada negara besar akan maju tanpa langsung meloncat gitu. Enggak ada. Percaya saya. Butuh kerja keras, butuh kerja keras,” ujar Presiden Jokowi dalam deklarasi dukungan Koalisi Alumni Diponegoro terhadap pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Amin di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).

 

Baca juga:

Empat Tahun Pemerintahan Jokowi Bangun Jalan Tol 782 Km

Dikunjungi Jokowi, Popularitas Benteng Van den Bosch Melambung

JK Ingatkan Jokowi Tak Pikirkan Hasil Survei

 

Jokowi ingin di Jawa Tengah ini menjadi motor yang baik bagi penggerak optimisme. Sehingga Jawa Tengah menjadi contoh kemenangan mutlak. 

“Ini tinggal dua bulan. Oleh sebab itu sampaikan kepada masyarakat apa yang kita lakukan, apa yang kita kerjakan. Jangan sampai ini tertutup oleh semburan-semburan dusta, semburan-semburan kebohongan,” paparnya.

Masyarakat, lanjut dia, harus diberi tahu apa yang akan dikerjakan 5 tahun ke depan. Jokowi meminta kepada pendukungnya agar semangat, militansi, jangan berkurang untuk menuju 17 April 2019.

“Sampaikan yang benar itu benar, yang salah itu salah. Enggak apa-apa. Jangan sampai kita memberikan data-data yang tak betul,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Deklarasi Koalisi Alumni Diponegoro Witjaksono mengatakan, dalam deklarasi ini dihadiri oleh ribuan peserta dari Jawa Tengah maupun dari luar Jawa Tengah. Mereka terdiri dari alumni-alumni universitas se-Jawa Tengah. 

“Ada sebanyak 17 Universitas yang tergabung dalam Alumni Koalisi Diponegoro yang mana berisikan intelektual-intelektual yang ada di wilayah Jawa Tengah dan di luar Jawa Tengah dengan total kalau dikumpulkan mencapai sekitar 20.000 orang,” katanya.

Witjaksono menuturkan, pihaknya sudah melakukan kajian-kajian yang mendalam, kenapa memilih Jokowi. Ada beberapa alasan terutama antara lain soal infrastruktur, jalan tol, bandara dan lain-lain yang mempersingkat laju transportasi serta distribusi barang.

“Kita sudah survei dari Jakarta sampai Semarang yang awalnya kota-kota kecil dipikir akan mati ketika dilewati dengan membangunan jalan tol ternyata tidak, justru semakin ramai karena industri disana berjalan,” paparnya.

Menurut dia, Jokowi  sejak 4 tahun terakhir juga concern membangun perumahan rakyat khususnya untuk golongan menengah bawah, dimana salah satu komitmen pemerintah adalah program sejuta rumah.

Selain itu adanya tol laut, yang mendorong penyamaan harga antara Pulau Jawa, Sumatera, Papua serta berbagai wilayah di Indonesia. 

“Itu adalah kerja nyata, belum lagi poin-poin yang lain. Karena hal itu kita tetapkan Koalisi Alumni Diponegoro untuk memilih pasangan paslon no 1 yaitu Jokowi-Makruf Amin dalam Pilpres dan Cawapres untuk periode 2019-2024,” pungkasnya.

Sedangkan, Deklarator Koalisi Alumni Diponegoro Akhmad Muqowam mengataka, diadakanya acara ini sebetulnya dari proses kritis yang dilakukan secara bersama-sama di Himpunan Perguruan Tinggi (Himpuni) yang terdiri dari 38 perguruan tinggi di Indonesia. 

Kemudian menyadari di tahun politik ini teman-teman perlu mengapresiasi sekaligus mewujudkan sikap-sikap politiknya. 

Maka antara lain ada dua hal yang dilakukan Himpuni yaitu serangkaian diskusi, kemudian yang kedua adalah sungguhpun ini merupakan hak asasi pada masing-masing individu, tapi ada kesamaan perlu mendeklarasikan terhadap sosok-sosok dalam pilpres yang akan didukung.

“Himpuni secara kelembagaan menyerahkan kepada masing-masing, jadi proses berlanjut sampai dengan deklarasi yang dilakukan hari ini bukan atas nama IKA Undip atau IKA Perguruan Tinggi lainnya tapi atas nama individu-individu alumni yang berada di Himpuni, sehingga kita tidak membawa organisasi tidak juga Undipnya,” katanya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.