Senin, 15 Agustus 22

Jokowi Undang Kepala Lembaga Tinggi Negara Bahas Terorisme

Jokowi Undang Kepala Lembaga Tinggi Negara Bahas Terorisme

Jakarta, Obsessionnews – Masalah terorisme kini tengah menjadi perhatian pemerintah pasca terjadinya aksi bom dan tembak-tembakan di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).

Insiden ini membuat pemerintah menginisiasi revisi terhadap Undang-undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme guna memperkuat upaya preventif.

Untuk itu, besok Presiden Jokowi akan mengumpulkan seluruh kepala lembaga tinggi negara di Istana. Presiden akan mendengarkan masukan mereka terkait rencana dimaksud.

“Apapun sekarang ini dunia menganggap bahwa keamanan negara, kenyamanan negara menjadi bagian yang penting,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/1/2016).

Pramono mengaku UU nomor 15 tahun 2003 belum secara optimal memberi keleluasaan terhadap aparat untuk melakukan upaya pencegahan. Untuk itu, revisi terhadap UU tersebut menjadi hal yang perlu dilakukan.

“UU nomor 15 tahun 2003, sebagai bagian dari persetujuan Perpres nomor 1 tahun 2002 yang dibuat setelah bom Bali, itu ada bagian-bagian yang tidak bisa melakukan tindakan,” katanya.

Pemerintah akan tetapi memperhatikan aspek hak asasi manusia dalam merevisi UU tersebut, akan tetapi menurut Pramono keamanan negara dan kenyamanan warga negara di dalamnya dianggap lebih penting.

“Nah kita tetap meletakkan dasar bahwa BNPT yang bertanggung jawab atas hal tersebut bersama-sama dengan Polri yang bagian utamanya,” ucap dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.