Selasa, 26 Oktober 21

Jokowi Tolak Barter Tahanan dengan Australia

Jokowi Tolak Barter Tahanan dengan Australia

Bogor, Obsessionnews – Presiden Jokowi dengan tegas menolak tawaran pemerintah Australia soal barter tahanan. Jokowi ingin menegakan kedaulatan negara dengan tetap akan melaksanakan eksekusi mati terhadap para terpidana kasus narkotika.

“Kedaulatan hukum tetap‎ kedaulatan hukum. Kedaulatan politik tetap kedaulatan politik,” ujar Jokowi seusai menghadiri perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/3/2015).

Presiden mengajak pihak luar untuk mengerti terhadap langkah tegas yang dilakukan terhadap para terpidana kasus narkotika. Akibat kejahatan ini telah membunuh jutaan orang Indonesia.

‎”Jangan selalu dilihat yang dieksekusi, lihatlah korban-korbannya, 4,5 juta,” katanya.

‎Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan, Indonesia tidak memiliki regulasi yang bisa memperbolehkan pelaksanaan barter terpidana mati. Oleh sebab itu pelaksanaan ekekusi mati gelombang kedua tetap akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

“Setahu saya kita tidak memiliki regulasi yang memungkinkan Indonesia melakukan prisoner exchange,” kata Andi.

Menurut Andi, presiden menyadari bahwa ekekusi mati akan berdampak pada hubungan diplomatik Indonesia-Australia. Akan tetapi demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika maka mau tidak mau eksekusi harus tetap dilaksanakan.

“Jadi kehati-hatian dalam mengambil keputusan dalam pelaksanaan hukuman mati itu yang harus diutamakan,” ucap dia.

Mentri Luar Negeri Australia, Julie Bishop menawarkan pertukaran tahanan sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan dua warganya dari eksekusi hukuman mati di Indonesia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Bishop mengatakan dia menunggu jawaban dari pemerintah Indonesia untuk memulangkan tiga WNI yang ditahan di Australia. Ia membenarkan bahwa pertukaran tahanan itu merupakan opsi yang disampaikan PM Abbott.

“Apa yang kami cari adalah kesempatan untuk berbicara mengenai opsi yang memungkinkan untuk perpindahan tahanan atau pertukaran tahanan,” kata dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.