Kamis, 9 Desember 21

Jokowi Tinjau Pusat Pembibitan Sapi Potong di Bogor

Jokowi Tinjau Pusat Pembibitan Sapi Potong di Bogor

Bogor, Obsessionnews.com – Swasembada pangan yang menjadi cita-cita Presiden Jokowi di awal pemerintahannya masih terus diupayakan dengan sungguh-sungguh. Dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Barat hari ini, Presiden menyempatkan diri untuk meninjau peternakan sapi PT Karya Anugerah Rumpin di Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/6/2016).

Di lokasi tersebut, Presiden Jokowi meninjau proses pembibitan sapi potong yang berkualitas. Pembibitan tersebut merupakan sebuah program jangka panjang yang diharapkan dapat mengantarkan Indonesia menuju swasembada daging.

“Yang kita lihat di sini adalah proses di hulu pembibitan sapi potong dalam sebuah program jangka panjang yang kita harapkan nantinya kita betul-betul dapat melakukan swasembada daging sapi,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden menuturkan bahwa program tersebut diperkirakan akan dapat diselesaikan dalam jangka waktu hingga 10 tahun ke depan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menyeleksi sapi-sapi yang berkualitas.

“Dari hitung-hitungan yang kita lakukan, itu akan selesai antara 9 sampai 10 tahun karena kita harus menyeleksi untuk mendapatkan sapi-sapi yang mempunyai performa yang bisa dipakai untuk menghasilkan sperma yang nantinya dibagi-bagikan baik kepada industri maupun kepada petani,” tambah Presiden.

Presiden Jokowi juga menekankan kunci dari keberhasilan program tersebut ialah konsistensi yang dilakukan secara terus menerus agar memperoleh hasil yang diinginkan serta mengeluarkan semua potensi yang ada.

Ketika dimintai tanggapannya oleh para wartawan mengenai teknologi pembibitan sapi yang telah dimiliki Indonesia saat ini, Presiden Jokowi berpendapat bahwa saat ini Indonesia sudah berada pada jalurnya.

“Semuanya sudah berada pada rel yang benar. Hanya sekali lagi, ini perlu konsistensi, jangan berhenti. Kita tidak mungkin lagi membagi-bagi sapi ke petani tanpa sebuah persiapan manajemen pengawasan dan manajemen pendampingan,” ujar Presiden.

Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa untuk mencapai swasembada daging sapi merupakan proses yang panjang. Oleh karenanya, untuk sementara ini impor masih diperlukan dalam rangka memenuhi kebutuhan daging sapi bagi masyarakat.

“Ya sementara sebelum swasembada mau tidak mau untuk konsumsi sebagian impor dahulu, karena kalau kita tidak impor justru induk-induk sapi betina yang baik akan disembelih karena harga daging yang tinggi. Ini yang berbahaya dan harus dihindari,” ujar Presiden. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.