Sabtu, 24 Oktober 20

Jokowi Tinjau Irigasi Hasil Dana Desa di Banyumas

Jokowi Tinjau Irigasi Hasil Dana Desa di Banyumas
* Presiden Jokowi meninjau lokasi irigasi di Desa Kedunguter, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (4/5/2016).
Banyumas, Obsessionnews – Dalam perjalanan menuju ke Kabupaten Kebumen, Presiden Jokowi menyempatkan diri meninjau lokasi irigasi di Desa Kedunguter, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (4/5/2016). Saluran irigasi ini merupakan hasil pencairan dana desa tahun 2015.
Iring-iringan kendaraan berhenti di pinggiran jalan raya, Presiden turun dari mobil tumpangannya dan langsung menuju gubuk Tani Srirahayu yang berada di tengah sawah.
“Ini kok bagus kalau bisa ini dibuat format di tempat yang lain. Tadi dilihat RAB-nya gimana kok bisa sebagus ini,” ujar Camat Banyumas Ahmad Suryanto menirukan perkataan Presiden Jokowi.
Suryanto mengatakan pengelolaan sawah di lokasi irigasi yang dikunjungi Presiden Jokowi ini menggunakan sistem sewa kelola. Masyarakat bayar uang sewa kelola Rp 95 juta untuk kedalaman 80 meter dan lebar 130 m
“Saya bilang pa ini pake sela kelola, sehingga kalau tidak disewa kelola kan mungkin bangunannya lebih pendek kurang bagus,” katanya.
Setelah berbincang selama kurang lebih 30 menit dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Bupati Banyumas Achmad Husein dan Camat Banyumas Ahmad Suryanto, Presiden menutuskan kembali ke mobil.
Warga yang melihat kedatangan Presiden Jokowi langsung menghampiri. Kepada mereka, Presiden membagikan buku tulis dan baju. Setelah itu, Presiden langsung meninggalkan lokasi.
Irigasi yang dibangun dengan biaya Rp. 95 juta itu merupakan salah satu wujud nyata hasil pencairan dana desa di desa tersebut yang bernilai Rp. 281.681.461, di tahun anggaran 2015.
Irigasi yang dibangun dengan gotong royong masyarakat itu berlokasi di pinggir jalan raya Purwokerto-Kebumen. Dengan sumber air yang berasal dari sungai Sogati, saluran irigasi itu membentang sepanjang 201 meter dengan kedalaman 80 cm dan lebar 40-60 cm. Saat ini irigasi tersebut mengairi 30 hektar sawah.
Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengatakan, akan meningkatkan alokasi dana desa di tahun 2016 ini. Hal itu diperlukan agar peredaran uang di desa semakin banyak.
“Dana desa tahun 2015 Rp.20,8 triliun, tahun 2016 ini dianggarkan di APBN jadi Rp47 triliun. Artinya, peningkatannya lebih dari 100 persen,” kata Presiden. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.