Jumat, 27 Mei 22

Jokowi Tingkatkan Anggaran Penelitian LAPAN

Jokowi Tingkatkan Anggaran Penelitian LAPAN
Bogor, Obsessionnews – Presiden Joko Widodo melepas satelit ekuatorial pertama di Indonesia, LAPAN-A2, di Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Jl. Cagak Satelit KM 4, Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/9/2015).
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh LAPAN. Presiden berharap ke depan penelitian pengembangan riset dan development akan berikan porsi yang lebih besar dengan disertai penambahan anggaran dari pemerintah.
“Sekali lagi untuk penelitian-penelitian yang konkret dibutuhkan negara, masyarakat, dalam visi kita ke depan baik untuk pangan, energi dan maritim,” ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan penelitian yang konkret seperti inilah yang dilakukan LAPAN memang sangat dibutuhkan dalam untuk pemantauan hal-hal yang penting. Selain untuk pertanian dan cuaca, satelit tersebut akan digunakan untuk pemantauan kemaritiman Indonesia.
“Pertanian berapa yang hijau berapa yang sudah panen bisa dilihat, Saya rasa fungsi fungsi ini yang akan dilihat oleh LAPAN,” tutur Presiden.
Kepala LAPAN Thomas Djamaludin dalam laporannya mengatakan,  bahwa satelit LAPAN A2 merupakan pengembangan dari LAPAN A1/LAPAN-TUBSAT hasil kerja sama TU Berlin, Jerman.
“LAPAN A1 telah diluncurkan pada tahun 2007 yang saat ini masih berada di orbit pada ketinggian 630 kilometer namun masa operasionalnya berakhir tahun 2013,” kata Thomas.
Adapun LAPAN A2 merupakan satelit ekuatorial pertama di Indonesia hasil pengembangan para peneliti dan perekayasa LAPAN, dimana kegiatan perancangan, pembuatan, dan pengujiannya selesai pada Agustus 2012.
LAPAN A2 akan diorbitkan dekat ekuator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 650 kilometer dari Permukaan Bumi. Satelit berbobot 78 kilogram tersebut membawa misi pemantauan permukaan bumi, identifikasi kapal laut, dan komunikasi radio amatir.
Satelit LAPAN A2 membawa kamera analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi empat meter. Dengan orbit ekuatorial, Satelit LAPAN A2 akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari.
Untuk melakukan pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia, akan menggunakan Spaceborne Receiver Automatic Identification System.
“Dengan demikian, cakupan area pengamatan dapat mencapai ribuan kilometer,” jelas Thomas.
Kemudian, misi komunikasi amatir pada LAPAN A2 bertujuan untuk komunikasi pada kondisi darurat bencana dan kegiatan radio amatir dalam mendukung kepentingan nasional. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.