Selasa, 19 Oktober 21

Jokowi Tegaskan Reshuffle untuk Tingkatkan Kinerja Pemerintah

Jokowi Tegaskan Reshuffle untuk Tingkatkan Kinerja Pemerintah

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Jokowi mengungkap alasan mengapa dirinya perlu melakukan perombakan kabinet (reshuffle). Presiden menjelaskan, pada dasarnya reshuffle itu bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintah sehingga percepatan pembangunan nasional bisa terwujud.

“Perombakan Kabinet tersebut adalah salah satu jembatan terbaik untuk mewujudkan janji saya pada rakyat, yaitu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan mereka,” ujar Jokowi dalam sidang paripurna MPR-RI di gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Presiden menegaskan, sejak Kabinet Kerja dibentuk, pemerintah secara bertahap menjalankan program pembangunan nasional seperti digariskan dalam Nawacita.

“Pemerintah melakukan transformasi fundamental ekonomi dan mengubah paradigma pembangunan dari yang bersifat konsumtif ke produktif,” kata Presiden.

Untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi, lanjut Presiden Jokowi, selain mendorong berkembangnya ekonomi kreatif, Pemerintah fokus melakukan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jalur kereta api, pelabuhan, waduk, dan pembangkit listrik.

“Pemerintah juga mengalihkan subsidi BBM ke sektor-sektor produktif dan jaring pengaman sosial. Kini pemerintah sedang membagikan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, dan Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas Berat,” terang Jokowi.

Namun diakui Presiden Jokowi, masih banyak persoalan yang menghadang kita. Sampai hari ini ketidakstabilan harga pangan masih terjadi, kesenjangan kaya dan miskin dan antarwilayah masih terbuka, praktik korupsi masih berlangsung, dan penegakkan hukum belum sepenuhnya kokoh.

“Pemerintah akan bekerja keras untuk memerangi persoalan-persoalan tersebut,” tegas Presiden Jokowi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.