Senin, 23 Mei 22

Jokowi Tegaskan Pentingnya Nation Branding

Jokowi Tegaskan Pentingnya Nation Branding

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Jokowi mengatakan sebagai negara besar Indonesia harus mempunyai citra dan reputasi yang positif (nation branding) di dunia internasional, sehingga dengan reputasi positif itu bukan hanya memperkuat identitas Indonesia seperti bangsa tetapi sekaligus meningkatkan daya saing.

“Oleh sebab itu, harus kita garap habis habisan,” ujar Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang membangun citra positif Indonesia di mata dunia di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Menurut Presiden, nation branding sangat penting sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing negara, baik di bidang investasi, bidang perdagangan, dan bidang pariwisata. Selain itu, nation branding juga bisa gunakan sebagai instrumen soft power dalam membangun hubungan dengan dunia luar dan diplomasi.

“Untuk itu, kita tidak boleh tertinggal kita harus segera mengambil langkah-langkah yang kongkrit dalam rangka memperkuat citra positif Indonesia di dunia internasional,” katanya.

Presiden melihat dalam membangun nation brandi, antar kementerian masih berjalan sendiri-sendiri, misalnya Kemendag, dan Kemenpar. Demikian pula dalam promosi investasi di BKPM. Akibatnya strategi membangun citra positif Indonesia di mata dunia internasional cenderung terkotak-kotak.

“Bahkan dalam melakukan promosi pameran setiap kementerian belum terorganisasi terkonsolidasi dengan baik. Saya sering dijumpai stan pameran di ajang besar bukan hanya ukurannya yang kecil kecil-kecil dengan penyelenggara dari kementerian dan pemerintah daerah yang berbeda beda tetapi juga yang sering saya sampaikan lokasinya tidak strategis sehingga tidak memperkuat meningkatkan citra image tapi terhadap Indonesia tetapi justru malah mengurangi,” tukas Jokowi.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi meminta agar egosentrisme membangun nation branding harus segera diperbaiki dan dikoreksi bersama hingga Indonesia mampu bersaing dengan negara negara yang lain. “Saya juga minta soft power diperkuat melalui diplomasi kebudayaan kuliner Indonesia dan juga melalui promosi olahraga saya juga mengingatkan bahwa membangun nation branding bukan sebatas membuat logo atau membuat tag atau membuat slogan,” lanjutnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.