Sabtu, 1 Oktober 22

Jokowi: Tambahan Juru Ukur BPN Bisa Percepat Pembuatan Sertipikat

Jokowi: Tambahan Juru Ukur BPN Bisa Percepat Pembuatan Sertipikat
* Presiden Jokowi memberi keterangan kepada wartawan.

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Jokowi mengakui masih banyak tanah warga khususnya yang tinggal di Ibu Kota DKI Jakarta yang belum tersertipikat. Karena itu, Kepala Negara meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional segera segera menuntaskan masalah tersebut.

“Ya masih banyak tetapi kita harapkan ini Menteri Agraria akan segera menyelesaikan utamanya di Jakarta dan di Jabodetabek yang lain di daerah juga sangat aktif membantu,” ujar Jokowi pada acara penyerahan sertipikat hak atas tanah di Jakarta, Minggu (20/8/2017).

Presiden Jokowi mengungkapkan alasan mengapa proses sertipikasi tersebut berjalan lamban. Sala satunya karena jumlah juru ukur yang dimiliki BPN sangat terbatas. Tahun depan kendala ini sudah bisa diatasi dengan adanya penambahan 4.400 juru ukur oleh BPN.

“Sudah tambah 4.400 itu jumlah yang sangat besar sekali, hingga sekarang bisa dipercepat, tapi ini terus akan ditambah. Jadi ini yang membuat lama kan lapangannya kan. Mengukur di lapangan, tapi ini sudah dipercepat sekarang ada tambahan,” kata Jokowi.

Dengan penambahan jumlah juru ukur ini, dengan demikian secara total jumlah juru ukur yang dimiliki BPN sudah sebanyak 6.400 orang. Jokowi pun menargetkan sebanyak 7 juta sertipikat tanah akan ditustaskan pada tahun depan. Sedangkan pada 2019 bisa mencapai 9 juta sertipikat.

“Ya memang juru ukurnya belum ideal, belum cukup masih tambah-tambah terus, tapi ini dipercepat kalau dulu satu tahun paling 400 ribu-500 ribu sekarang sudah bisa 5 juta, tahun depan bisa 7 juta, tahun depan laginya bisa 9 juta. Kan percepatan 10 kali lipat,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil mengatakan saat ini baru sebanyak 82 persen tanah di DKI Jakarta yang baru tersertipikat. 18 persen lainnya masih dalam proses akibat adanya berbagai hambatan. Selain karena juru ukur yang kurang, juga masalah sengketa kepemilikan.

“Tahun depan kita kerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta. Insyaallah kalau pun tidak 100 persen tapi sebagian besar Jakarta selesai,” ungkap Sofyan.

Menurut Sofyan juru ukur tanah yang direkrut baru-baru ini telah dilantik dan siap turun ke lapangan, mereka berasal dari juru ukur independen. Tidak hanya itu, Sofyan akan terus menambah juru ukur termasuk melibatkan Topografi dari TNI Angkatan Darat. Dengan demikain 18 persen masalah sertipikat tanah bisa segera diatasi.

“Kita rencanakan tahun depan, mungkin bisa 95 persen beres, saya yakin 2018/2019 semua bidang tanah di Jakarta sudah bersertifikat atau terukur,” kata Sofyan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi didampingi, Sofyan Djalil selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional menyerahkan 7.486 sertipikat hak atas tanah kepada 13 orang dan perwakilan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.