Senin, 26 Oktober 20

Jokowi: Sudah Diisolasi Masih Saja Belanja di Pasar

Jokowi: Sudah Diisolasi Masih Saja Belanja di Pasar
* Presiden Jokowi. (Foto: Twitter Jokowi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut salah satu alasan kenapa pemerintah tidak melakukan kebijakan lockdown karena masyarakat belum bisa menjaga kedisplinan dalam menghadapi penyebaran virus corona.

Karena itu, sampai saat ini menurutnya, langkah yang paling pas dilakukan Indonesia adalah physical distancing atau menjaga jarak aman. Dia pun optimistis Indonesia bisa mencegah penyebaran Covid-19 jika menjaga jarak aman itu betul-betul dilakukan.

“Tetapi membutuhkan sebuah kedisiplinan yang kuat, membutuhkan ketegasan yang kuat,” kata Jokowi saat rapat dengan gubernur seluruh Indonesia lewat video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Jokowi pun mengaku terus memantau perkembangan kasus corona di sejumlah daerah melalui pemberitaan media massa. Tapi ia melihat masyarakat belum bisa disiplin untuk mematuhi anjuran pemerintah, yakni untuk tetap di rumah. Dia mengingatkan bahwa kedisiplinan untuk isolasi itu sangat penting.

“Saya baca berita, ada yang sudah diisolasi masih membantu tetangganya yang mau hajatan. Ada yang sudah diisolasi masih keliling belanja di pasar,” kata mantan Wali Kota Solo ini.

Jokowi mengatakan setiap negara memiliki karakter, budaya, dan kedisiplinan berbeda-beda. Maka dari itulah pemerintah Indonesia tak memilih langkah lockdown.

Jokowi pun mengaku sudah mempelajari setiap opsi yang ada dan praktik yang dilakukan banyak negara. Ia pun memamerkan kertas dokumen yang disebutnya berisi analisis kebijakan setiap negara.

“Itu sudah saya pelajari, saya memiliki analisa-analisa seperti ini dari semua negara. Kebijakan mereka apa, yang mereka lakukan apa, dampaknya seperti apa,” kata Jokowi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.