Kamis, 8 Desember 22

Jokowi Seorang Maestro Politik yang Andal

Jokowi Seorang Maestro Politik yang Andal
* Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan dengan pimpinan parpol pendukung koalisi belum lama ini.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mendekati Pilpres 2019 suhu politik nasional sudah semakin panas. Terlihat para pimpinan parpol sibuk melakukan silaturrahmi politik antar satu dengan lain untuk menguatkan barisan. Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut terlihat lebih tenang menghadapi tahun politik dan dinamika yang berkembang.

Meski kerap dibilang tidak tegas dan lembek, Jokowi ternyata memiliki kemampuan politik yang jitu. Faktanya beberapa partai dan tokoh yang sebelumnya berseberangan dengan Jokowi dengan di Pilpres 2014, saat ini kondisinya berbalik mendukung Jokowi di Pilpres. Tak ayal, dengan kemampuan yang ada, Jokowi disebut sebagai maestro politik.

“Dalam konteks partai, dulu Golkar dan PPP tak mendukung, sekarang mendukung dan ada tambahan tiga partai baru. Kemudian sekarang banyak tokoh agama, tokoh media seperti Pak Hary Tanoe juga mendukung. Dulu Ketua Timses Pak Prabowo, Pak Mahfud, sekarang walau tidak menyebut mendukung tapi bisa disebut salah satu yang dekat,” ungkap politisi PDI-P Maruarar Sirait, Sabtu (28/7/2018).

Pada saat Pilpres 2014 lalu meski parpol pendukung Jokowi lebih kecil dibanding dengan Prabowo Subianto. Namun elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta ini masih mengungguli yang lain. Bahkan untuk saat ini jaraknya semakin jauh. Menurut Maruarar ini bisa terjadi karena Jokowi punya kemampuan komunikasi yang baik dengan masyarakat dan juga pimpinan parpol.

“Komunikasi Jokowi dengan Para ketua umum sangat harmonis, itu terlihat Jokowi sangat percaya dan menghormati dan ketua umum partai juga sangat percaya dan menghormati Pak Jokowi,” kata Maruarar.

Karena komunikasinya baik dan saling menghargai antar satu dengan yang lain, maka pimpinan parpol pendukung koalisi pun menyikapi perbedaan politik dengan tenang. Mereka bahkan kata Maruarar, menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk menentukan cawapresnya.

Begitu juga soal keamanan nasional. Maruarar menilai Jokowi mampu membuat hubungan TNI dan Polri, berjalan harmonis. Dari banyak hal itulah, Maruarar menyebut Jokowi sebagai seorang maestro politik. “Sebagai seorang presiden yang tadinya dianggap lemah, tidak mampu, Jokowi membuktikan diri menjadi maestro politik yang andal,”katanya.

Dalam konteks ini maka sosok cawapres Jokowi adalah seorang masterpiece “Nah kalau soal kualitas ini saya yakin sebagai maestro Pak Jokowi bisa mengkroscek ke elite, tokoh agama, pemuda, pengusaha, buruh, petani, mahasiswa, dan memilih yang terbaik pada waktunya,” kata Ketua Umum Taruna Merah Putih ini.

Hubungan dengan SBY

Seperti dikatakan Maruarar, bahwa hubungan Jokowi dengan semua ketum parpol baik. Bahkan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang dulu menjadi rival politiknya di Pilpres 2014 juga baik. Apalagi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hubungan kedua tokoh ini juga terjalin baik.

Hanya saja jelang Pilpres 2019 ini ada kesan dari sebagian kalangan yang menyebut hubungan Jokowi dengan SBY tidak baik. Padahal sebenarnya tak ada masalah. Jokowi disebut sangat terbuka untuk menerima masukan atau kritik dari siapapun termasuk SBY. Maruarar menyarankan SBY berkomunikasi langsung dengan Jokowi.

“Tentunya kalau ada permasalahan sangat disarankan Pak SBY sebagai Presiden RIke-6 dan Ketua Umum Partai Demokrat bisa berkomunikasi langsung dengan Pak Jokowi. Dan saya yakin pasti Pak Jokowi menerima dengan baik dan bisa disampaikan langsung pikiran-pikirannya,” katanya.

Usai bertemu Prabowo Subianto pada Selasa 24 Juli lalu memang SBY bicara banyaknya rintangan untuk PD berkoalisi dengan Jokowi di Pilpres 2019, padahal komunikasi sudah dibangun setahun lebih. Bagi Maruarar, sebenarnya rintangan-rintangan ini bisa dibicarakan. Mungkin dengan pertemuan SBY-Jokowi atau sekedar ngopi bareng persoalan yang mengganjal bisa diclearkan.

“Saya mengerti dan tahu yang terjadi, tapi saya menyarankan bagaimana Pak Jokowi dan Pak SBY bisa berkomunikasi, berkawan, bersahabat, dan tentu sebagai negarawan sangat bagus mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang membangun kerukukan. Dan saya kira ini waktunya Pak Jokowi dan Pak SBY bisa menunjukkan itu, sambil ngopi bareng mungkin,” pungkasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.