Sabtu, 28 Mei 22

Jokowi Resmikan Bandara Sultan Thaha Jambi

Jokowi Resmikan Bandara Sultan Thaha Jambi

Jambi, Obsessionnews.com – Mengawali kegiatan saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi, Presiden Jokowi meresmikan Bandar Udara Sultan Thaha, Kamis (21/7/2016).

“Semuanya adalah pondasi dasar bagi memenangkan sebuah persaingan, memenangkan kompetisi antar negara,” ucap Presiden dalam sabutannya.

Jokowi mengatakan persaingan global merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi oleh seluruh negara, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, pembangunan infrastruktur di Tanah Air sebagai modal menghadapi persaingan tidak dapat ditunda-tunda lagi.

Menurut Presiden, saat ini Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di era tersebut, pertarungan tidak hanya terjadi di level antar negara, tapi juga terjadi antar kawasan. Seperti Amerika Serikat yang memiliki blok sendiri yakni TPP, demikian pula dengan Tiongkok dan Uni Eropa yang memiliki blok perdagangannya sendiri.

Untuk mendukung kesiapan Indonesia menghadapi persaingan tersebut, Presiden Jokowi salah satunya meminta dilakukan percepatan pengembangan Bandara Sultan Thaha, Jambi, yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

“Persaingan-persaingan seperti itu harus secepatnya diantisipasi. Kalau tidak, ditinggal kita. Oleh sebab itu, Bandara Sultan Thaha di Jambi ini sangat diperlukan untuk diperluas,” terang Presiden.

Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana menjelaskan, semula Bandara Sultan Thaha akan dimulai perluasannya pada 2019. Namun, mengingat pertumbuhan bandara ini sebesar 27 persen setiap tahunnya, maka dirinya menginstruksikan Menteri BUMN dan Direktur Angkasa Pura II untuk langsung memulainya pada 2017.

“Jangan sampai penumpang sudah meluber baru dibangun. Diajukan menjadi 2017 awal. Bangun lagi, jangan terlambat,” tegasnya.

Presiden tidak ingin keterlambatan yang dialami bandara Soekarno Hatta terjadi di bandara lainnya di Indonesia. Keterlambatan pembangunan runway, keterlambatan pembangunan terminal dan juga pesawat memerlukan waktu 30 menit untuk mendarat atau lepas landas.

Dalam prosesnya nanti, Presiden Jokowi tidak menginginkan adanya keterlambatan, baik dalam hal pembangunan, maupun dalam segi pelayanan kepada penumpang. Semuanya dimaksudkan untuk menampung mobilitas orang dan barang yang ke depan akan semakin meningkat.

“Keterlambatan yang tidak boleh terjadi disini. Perluas lagi terminalnya, runway perpanjang lagi,” ucap Presiden. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.