Minggu, 5 Desember 21

Jokowi Protes Atas Klaim Laut China Selatan Oleh Tiongkok

Jokowi Protes Atas Klaim Laut China Selatan Oleh Tiongkok
* Presiden Jokowi dan Staf Khusus Presiden, Johan Budi SP.

Jakarta, Obsessionnews.news – Presiden Jokowi memerintahkan kepada seluruh otoritas Indonesia untuk tetap mempertahankan kedaulatan wilayah RI. Instruksi itu disampaikan Jokowi sebagai bentuk protes terhadap Tiongkok yang mengklaim berhak atas Laut China Selatan.

“Pada Intinya, presiden memerintahkan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah RI yang dengan susah payah kita bangun sejak zaman kemerdekaan. Tanpa harus mengurangi hubungan baik,” ujar Staf Khusus Presiden, Johan Budi SP, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Menurut Johan, Jokowi mengatakan masalah kedaulatan adalah nomor satu, harga mati dan harus dipertahankan. Meskipun demikian Presiden Jokowi tetap menekankan menjaga hubungan antar sesama juga perlu untuk dilakukan, baik dengan Tiongkok maupun negara-negara lain yang selama ini berkonflik atas Laut China Selatan.

“Jadi yang pertama menjaga kadaulatan itu dulu, kedaulatan RI, yang disampaikan presiden ke Menko Polhukam (Luhut Binsar Panjaitan),” jelas Johan.

Otoritas Tiongkok memprotes keras penahanan kapal nelayannya oleh otoritas Indonesia. Tiongkok bersikeras kapal nelayan itu melakukan aktivitas penangkapan ikan secara legal.

Versi otoritas Indonesia, penahanan kapal nelayan China ini terjadi Jumat (27/5) lalu. Saat itu, KRI Oswald Siahaan-354 yang tengah berpatroli di Natuna, melihat ada aktivitas mencurigakan di radar. Petugas mendekati lokasi mencurigakan dan menemukan kapal nelayan China Gui Bei Yu 27088.

Kapal TNI AL melakukan pengejaran terhadap kapal Gui Bei Yu itu sesuai SOP, termasuk memberikan peringatan-peringatan. Bentuk peringatan mulai dari peringatan kontak radio, peringatan melalui pengeras suara, tembakan peringatan ke udara, peringatan tembakan kanan dan kiri haluan. Namun semua peringatan tidak dipedulikan.

Malah, kapal nelayan Tiongkok itu melakukan gerakan zig-zag dan akhirnya tindakan paling keras dilakukan yaitu tembakan di anjungan. Setelah diberikan tembakan peringatan, kapal itu akhirnya menyerah. Para Anak Buah Kapal (ABK) kapal nelayan China itu pun ditangkap.

Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongk**ok mengklaim ada warga negaranya yang terluka akibat ditembaki kapal Angkatan Laut Indonesia dalam peristiwa itu. Namun begitu, seorang Juru bicara dari Angkatan Laut Indonesia menuturkan tidak ada nelayan yang terluka dalam peristiwa itu. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.