Kamis, 29 September 22

Breaking News
  • No items

Jokowi dan PM Najib Bentuk Dewan Penghasil Sawit

Jokowi dan PM Najib Bentuk Dewan Penghasil Sawit

Bogor, Obsessionnews – Pertemuan empat mata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Malaysia Dato ‘Sri Najib Tun Razak di Istana Kepresidenan Bogor, diputuskan beberapa kesepakatan-kesepakatan. Pertemuan dilakukan dalam suasana persahabatan didahului makan siang bersama.

Kesepakatan Pertama, Presiden mengatakan kedua pemerintahan sepakat tentang pembentukan Dewan Negara Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries / CPOP).

“Karena kita tahu 85 persen produksi palm oil adalah di Indonesia dan Malaysia,” ucap Presiden Jokowi saat menggelar jumpa pers, Minggu (11/10/2015).

Jkw - Najib 2

Kedua kepala pemerintahan juga sepakat membuat Standar Global Baru Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan. Standar Global Baru merupakan hasil harmonisasi antara Standar Malaysia dan Standar Indonesia yang nantinya akan menjadi standar internasional baru di bidang industri minyak sawit dunia .

“Harmonisasi standar baru ini akan menjadi standar yang ramah lingkungan dan diharapkan memberi kesejahteraan kepada 4 juta petani sawit di Indonesia dan 500 ribu petani sawit di Malaysia,” kata Jokowi.

Presiden mengatakan bahwa kedua negara juga sepakat untuk membangun Zona Ekonomi Hijau (Green Economic Zone / GEZ), dengan akan membangun sebuah kawasan industri yang berkaitan dengan sawit.

“Yang meningkatkan nilai tambah dan juga ingin memproduksikan produk bahan bakar ramah lingkungan,” lanjutnya.

Jkw - Najib 3

Tidak hanya itu, kedua kepala pemerintahan turut sepakat untuk membentuk Satuan Tugas Gabungan / Joint Task Force untuk berkoordinasi dan mempercepat pelaksanaan keputusan yang telah disepakati oleh kedua pemerintah hari ini.

“Ini adalah sebuah inisiatif yang sangat bersejarah untuk industri minyak sawit dan kita harapkan bermanfaat bagi mayoritas petani kecil kelapa sawit, baik di Indonesia dan Malaysia,” ucap Presiden.

PM Najib mengatakan bahwa perwujudan kerjasama dalam bidang minyak sawit ini merupakan hal yang formal dan konkrit, yang telah lama dibicarakan. Inisiasi kerjasam ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi petani di kedua negara.

“Bahkan sejak 2006 telah ada kesepakatan, tapi belum dapat diwujudkan,” terang PM Najib. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.