Minggu, 16 Juni 19

Jokowi Pertaruhkan Jabatan untuk Perbaikan Bangsa

Jokowi Pertaruhkan Jabatan untuk Perbaikan Bangsa
* Pasangan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin. (Foto: Kompas.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Debat pertama Pilpres 2019 antarpasangan calon presiden dan wakil presiden dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Materi debat tersebut meliputi isu penegakan hukum, korupsi, HAM, dan terorisme.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan untuk membagi debat ini menjadi 6 segmen secara adil dan berimbang. Debat ini dipimpin oleh dua moderator, yakni Ira Kusno dan Imam Priyono.

 

Baca juga:

Jokowi Minta Prabowo Tak Asal Tuduh Soal Penegakan Hukum

Jokowi Ingin Bawa Indonesia Maju dengan Optimisme

Kisah Cinta Jokowi dan Kaum Santri

Jokowi Bersih dari Korupsi dan Pelanggaran HAM

Berhasil Melobi DPR Bukti Jokowi Piawai Berpolitik

Kinerja Jokowi Memuaskan Rakyat

Hadapi Debat, Jokowi Punya Keunggulan Sebagai Petahana

 

Pada segmen pertama diperuntukkan kepada kedua paslon untuk menyampaikan visi-misi dan program. Sementara segmen kedua dan ketiga untuk menjawab pertanyaan yang telah disusun para pakar atau panelis.

Kemudian segmen keempat dan kelima adalah debat antar kandidat dengan saling mengajukan pertanyaan secara berimbang. Pada segmen keenam, akan ada closing statement dari kedua paslon.

Berikut closing statement pasangan capres dan cawapres nomor 01 Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Kami tidak ingin banyak bicara, kami sudah paham persoalan bangsa ini dan tahu apa yang harus kami lakukan,” ujar Jokowi menutup debat pertama Pilpres 2019 di Bidakara.

Dia melanjutkan,”Kami tidak punya potongan diktator atau otoriter, kami tidak punya rekam jejak melanggar HAM, kami tidak punya rekam jejak melakukan kekerasan, dan kami juga tidak punya rekam jejak masalah korupsi,” tegas orang nomor satu di Indonesia ini.

“Jokowi-Amin akan pertaruhkan jabatan dan reputasi, akan kami gunakan semua kewenangan yang kami miliki untuk perbaikan bangsa ini,” tambah Jokowi seiring menutup closing statement debat perdana Pilpres 2019.

Seperti diketahui, dalam kesempatan ini kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 dipersilakan untuk menyampaikan visi dan misinya jika nantinya terpilih.

Debat yang dipimpin oleh Ira Kusno dan Imam Priyono mempersilakan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf untuk menyampaikan visi dan misinya terlebih dahulu.

Jokowi didampingi Ma’ruf Amin pun menyampaikan visi dan misi keduanya yang bertajuk ‘Indonesia Maju’ yang menawarkan optimisme.

Menurut Jokowi, semakin maju dan demokratis sebuah negara maka penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) akan semakin baik.

Bukan hanya hak sipil dan politik yang penting, tetapi kepenuhan hak ekonomi, hak sosial dan budaya menjadi pilihan pasangan nomor urut satu ini untuk memajukan Indonesia.

Hal ini dicontohkan seperti akses lahan, akses pendidikan, akses pelayanan kesehatan, akses permodalan dan hak atas pembangunan, itu adalah cara pemenuhan HAM yang paling mendasar.

Jokowi juga menyinggung pelanggaran HAM yang masih belum selesai di Indonesia.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak mudah menyelesaikan HAM di Indonesia, karena masalah kompleksitas hukum, masalah pembuktian dan waktu yang terlalu jauh. Harusnya masalah ini sudah selesai setelah peristiwa itu terjadi.

Meski begitu, Jokowi-Ma’ruf tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah pelanggaran HAM yang belum selesai ini.

Untuk menjamin hak-hak tersebut, negara harus didukung oleh sistem hukum yang adil dan penegakan supermasi hukum yang baik melalui reformasi kelembagaan dan penguatan sistem manajemen hukum dan budaya taat hukum yang terus diperbaiki.

Jokowi juga mengatakan dalam paparan visi misinya, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, penegakkan hukum yang tegas merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang terus kita lakukan melalui perbaikan sistem pemerintahan dan bekerja sama menguatkan KPK serta mendorong sinergi antara KPK dengan kejaksaan dan kepolisian.

Kemudian visi dan misi paslon nomor urut 01 ini berlanjut ke perihal terorisme. Terakhir kita tetap harus waspada terhadap ancaman terorisme. Pemerintah terus bekerja keras lewat pendekatan hukum yang tegas dan pendekatan persuasif lewat pembinaan agama, ekonomi, dan sosial. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.