Senin, 18 November 19

Jokowi Pernah Tertipu Saat Bisnis Mebel

Jokowi Pernah Tertipu Saat Bisnis Mebel
* Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi pengusaha mebel tengah bercengkerama dengan sejumlah orang di sebuah ruangan. (Foto: Facebook Jokowi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Di Indonesia banyak sekali pengusaha yang terjun ke dunia politik. Salah seorang di antaranya adalah Joko Widodo (Jokowi). Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 ini  diterima kuliah di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan judul skripsi Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta.

Setelah lulus pada 1985 Jokowi bekerja di sebuah badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Kertas Kraft Aceh, dan ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi GayoAceh Tengah. Tetapi, ia merasa tidak betah dan pulang menyusul istrinya yang sedang hamil tujuh bulan.

 

Baca juga:

Mengapa Ahok Tak Perlu Bergabung dengan TKN Jokowi-Ma’ruf?

Di Hadapan Jokowi, Ketua PHRI Keluh Kesah Tentang Mahalnya Harga Tiket Pesawat

JK Tolak Ahok Masuk Tim Kampanye Jokowi, Bahaya!

Jokowi Anti Islam Itu Hanya Hoax

 

Ia bertekad berbisnis di bidang kayu dan bekerja di usaha milik pamannya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati. Pada tahun 1988, ia memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, yang diambil dari nama anak pertamanya. Usahanya sempat berjaya dan juga naik turun karena pernah tertipu pesanan yang akhirnya tidak dibayar. Namun pada tahun 1990 ia bangkit kembali dengan pinjaman modal Rp 30 juta dari Ibunya.

Berkat usaha mebel ini membawanya bertemu dengan pengusaha Jerman, Micl Romaknan. Semula Romaknan memanggilnya Joko, lalu mengubah menjadi Jokowi dengan alasan biar mirip dengan Jokovich. Dari perkenalannya dengan pengusaha Jerman ini, kesempatan Jokowi untuk berkeliling Eropa terlaksana seiring dengan banyaknya pesanan mebel yang datang dari negara di Eropa.

Bergabung dengan PDI-P

Di kala bisnis mebelnya bersinar Jokowi kemudian terjun ke pentas politik. Ia memilih bergabung dengan PDI-P.

Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menugasi Jokowi berkompetisi pada Pemilihan Wali Kota Solo pada 2005. Peluang itu tak disia-siakannya. Jokowi terpilih menjadi Wali Kota Solo periode 2005-2010.

Warga merasa puas dengan kepemimpinan Jokowi, dan memilihnya kembali untuk jabatan periode kedua, yakni 2010-2015.

Belum selesai jabatannya di periode kedua PDI-P memberi tugas kepada Jokowi sebagai calon gubernur untuk berlaga di Pilkada DKI Jakarta 2012. Saat itu Jokowi yang berpasangan dengan kader Partai Gerindra Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara mengejutkan mengalahkan Gubernur petahana DKI Fauzi Bowo yang berduet dengan Ketua DPD Partai Demokrat Nachrowi Romli. Jokowi-Ahok dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI periode 2012-2017.

Belum genap dua tahun menjabat Gubernur DKI, Jokowi diusung PDI-P, PKB, Hanura, dan Nasdem bertarung di Pilpres 2014. Jokowi menggandeng politisi Golkar dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Jokowi-JK berhadapan dengan pendiri Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa.

Pilpres dilaksanakan pada 9 Juli 2014. Selanjutnya pada 22 Juli 2014 Komisi Pemilihan Umum (KPU mengumumkan Jokowi-JK memenangkan Pilpres dengan meraih suara 70.997.833 suara atau 53,15%, sedangkan Prabowo-Hatta mendapat 62.576.444 suara (46,85%).

Jokowi dan JK dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa bakti 2014-2019 di Gedung DPR/MPR, Senin, 20 Oktober 2014.

 

Baca halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.