Kamis, 6 Oktober 22

Jokowi: Perlu Insentif untuk Gairahkan Petani Berproduksi‎

Jokowi: Perlu Insentif untuk Gairahkan Petani Berproduksi‎

Jakarta, Obsessionnews – Untuk mencapai target swasembada beras, Presiden Joko Widodo memandang perlu ada insentif petani. Menurut Presiden insentif diberikan dengan maksud agar menggairahkan petani meningkatkan produksi beras.

“Dan semuanya masuk sawah, semua berproduksi sehingga hasilnya akan naik,” ujar Jokowi ‎saat meninjau panen padi bibit varietas IPB 3S di Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, seperti dikutip dari siara pers Tim Komunikasi Presiden, Minggu (27/9/2015).

Presiden mengatakan bahwa hampir satu tahun pemerintahan Jokowi-JK, kebutuhan beras kita bisa dipenuhii sendiri oleh petani tanpa perlu mengimpor, meski banyak desakan untuk mengimpor beras‎. Bahkan cadangan beras pun masih dalam batas aman, yakni 1,7 juta ton.

“Masih ditambah lagi panen bulan November, masih ada sisa panen. Tambah dua bulan‎ 300 ribu ton pada akhir tahun,” kata Presiden.

Jokowi - petani2

Jokowi menyampaikan rasa optimisnya bahwa kebutuhan beras di dalam negeri akan tercukupi. Terlebih lagi ditemukannya bibit varietas IPB 3S yang dapat menghasilkan 13,4 ton per hektarnya.

“Lonjakannya langsung beberapa kali lipat‎. Intensifikasi seperti ini yang diperlukan, sehingga hasil produksi dapat meningkat total,” katanya.

Elnino, kata Presiden, tahun ini merupakan tantangan besar. “Ini yang sedang dikalkulasi. Perlu cadangan beras yang benar-benar cukup, misalnya elnino masih terjadi sampai Desember – Januari,” lanjut Presiden.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan dampak elnino masih terus diperhitungkan karena memerlukan cadangan yang betul-betul diyakini memberikan keamanan di bidang ketahanan pangan.

“Tahun 1998 saat terjadi elnino, impor beras saat itu sebesar 7,1 juta ton. Sekarang belum ada impor,” ucap Mentan.‎ (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.