Selasa, 19 Oktober 21

Jokowi Perintahkan Menkopolhukam Teliti Insiden Jatuhnya Heli HA 5171

Jokowi Perintahkan Menkopolhukam Teliti Insiden Jatuhnya Heli HA 5171

Jakarta, Obsessionnews – Hingga saat ini penyebab jatuhnya Helikopter TNI AD HA 5171 belum diketahui secara pasti, walaupun dugaan sementara menyebutkan bahwa Heli jatuh karena disambar petir.

“Jadi bukan human error juga bukan karena mesinnya, ini murni karena cuaca alam,” ujar Staf Khusus Presiden, Johan Budi SP di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/3/2016).

Johan mendapatkan informasi tersebut dari Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan saat keduanya berkomunikasi hanya beberapa jam setelah insiden itu terjadi.

“Ini murni karena sementara ya, karena kondisi alam cuaca, yaitu laporan sementara disampaikan disambar petir,” katanya.

Meski begitu, Presiden Jokowi tetap memerintahkan kepada Menkopolhukam, Luhut Binsar untuk meneliti lebih jauh apa sebenarnya penyebab jatuhnya Heli nahas itu.

“Sampai hari ini presiden tentu sudah memerintahkan kepada Menko Polhukam untuk meneliti lebih lanjut,” ungkap Johan.

Presiden Jokowi telah menyampaikan turut berduka cita atas insiden jatuhnya helikopter milik TNI AD di Poso, Sulteng, pada Minggu (20/3/2016). Insiden tersebut mengakibatkan 13 prajurit TNI meninggal dunia.

Ungkapan rasa duka cita tersebut disampaikan Jokowi melalui akun Twitter pribadinya, @jokowi, Senin (21/3/2016). Dalam cuitan tersebut, Jokowi menyebut para korban gugur lantaran sedang menjalankan tugas negara.

“Dukacita mendalam atas gugurnya 13 prajurit TNI dalam jatuhnya helikopter TNI AD HA 5171 di Poso. mereka gugur jalankan tugas negara,” ucap Jokowi.

Seperti diketahui, helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 sekitar pukul 17.20 WITA berangkat dari Desa Napu menuju Poso.

Pada pukul 17.55 WITA, helikopter jatuh di atas perkebunan Kelurhana Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah. Diduga, helikopter jatuh karena tersambar petir.

Para korban yang terdapat dalam heli tersebut rencananya akan melaksanakan tugas operasi perbantuan untuk menuntaskan Kelompok Teroris Santoso di Poso Pesisir Selatan.

Rencananya setelah proses identifikasi selesai, seluruh jenazah akan diterbangkan ke kediaman masing-masing. Yaitu 12 jenazah ke Jakarta dan satu jenazah ke Makassar.

Adapun ke-13 korban helikopter tersebut, yaitu:
1. Kolonel Inf Saiful Anwar
2. Kolonel Heri
3. Kolonel Inf Ontang RP
4. Letkol Cpm Tedy
5. Mayor Inf Faqih
6. dr Kapt Yanto
7. Prada Kiki
8. Kapten Cpn Agung
9. Lettu Cpn Wiradi
10. Letda Cpn Tito
11. Serda Karmin
12. Sertu Bagus
13. Pratu Bangkit. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.