Minggu, 24 Oktober 21

Jokowi Serukan Perangi Narkoba Sekecil Apapun!

Jokowi Serukan Perangi Narkoba Sekecil Apapun!

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Jokowi menyebut kasus narkoba di Indonesia sudah pada titik yang memprihatinkan, sebanyak 50 orang meninggal dunia setiap harinya akibat menggunakan barang haram tersebut. Oleh sebab itu, Jokowi meminta semua pihak harus betul-betul perang melawan narkoba.

“Semuanya kita harus satu baris, satu kata tegas perlawanan terhadap narkoba, jangan ada lagi sekecil apapun,” ujar Jokowi saat berpidato di acara Rakernas Badan Narkotika Nasional (BNN) di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2015).

Jokowi menyatakan komitmennya untuk berantas narkoba, salah satunya dengan menerapkan hukuman mati untuk pengedar narkoba di Indonesia. Pemerintah sudah melakukan eksekusi terhadap enam terpidana mati kasus narkotika. Sedangkan lainnya pun sudah siap dieksekusi.

“Penjara penuh karena masalah ini. Harus disikapi tegas, jangan diberi toleransi lagi. Kalau kita tidak punya keberanian menentukan sebuah sikap, tidak akan rampung masalah ini,” tegasnya.

Menurut Jokowi komitmen menolak grasi para terpidana mati harus diikuti dengan program di daerah untuk mencegah barang haram itu beredar. Ia juga menegaskan tak akan memberikan grasi kepada terpidana mati kasus narkoba meski mendapat tekanan dari dalam dan luar negeri.

“Ada 64 napi yang sudah diputuskan hukuman matinya. Dan lebih mengerikan lagi, sudah di dalam penjara masih bisa mengelola narkoba. Jadi sudah sangat darurat sekali,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyerukan agar proses rehabilitasi terus digalakan oleh BNN. Jumlah pengguna yang harus direhabilitasi sangat besar, mencapai 4,2 juta jiwa, ditambah 1,2 juta pengguna narkoba yang tidak dapat direhabilitasi. Sejauh ini, baru 18 ribu orang yang direhab setiap tahun.

“Oleh sebab itu tahun ini disiapkan langkah cepat, tahun depan loncat lagi 400 ribu, tahun depan lagi lompat lagi, karena kita harus kejar-kejaran dengan angka rehabilitasi,” tuturnya. (Has)

Related posts