Rabu, 22 September 21

Jokowi Ngaku Didesak Mafia Impor Beras

Jokowi Ngaku Didesak Mafia Impor Beras

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui naiknya harga beras beberapa waktu lalu karena dipengaruhi oleh para mafia. Menurut presiden mafia mencoba memainkan harga pasar yang mahal supaya membuat pemerintah melakukan impor dari luar negeri.

“Kenapa beras saat itu naik karena ada desakan, dicoba didesak, ditekan agar kita impor. Kalau kita impor harga langsung jatuh,” ungkap presiden dalam acara Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Sabtu (16/5/2015).

Akan tetapi presiden menegaskan tidak mau mengimpor beras karena lebih mempertimbangkan nasib para petani. Presiden tidak ingin membuat petani menderita karena dengan harga yang jatuh petani tidak bisa menikmati hasil panennya sendiri.

“Bayangkan kebijakan saya impor beras berapa juta ton, harga beras menjadi Rp4 ribu, petani semua akan seperti apa. Ini yang perlu rakyat tahu, sehingga gejolak itu mendesak agar impor tapi sampai detik ini kita tidak impor beras,” tegasnya.

Presiden mengatakan keputusan impor tidaknya akan tergantung dari ketersediaan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bisa saja menurut presiden dalam waktu-waktu tertentu pemerintah mengambil langkah untuk mengimpor dari beberapa negara langganan.

“Tapi gak tahu masih dihitung kalau masih kuat kita gak impot tapi hitungan terakhir kita masih kalkulasi tidak impor, memang berat berubah sesuatu yang tidak nyaman tapi propduktid membutuhkan menderita seperti itu,” tutur presiden.

Pemerintah dibawah kepemimpinan presiden Jokowi menargetkan swasembada beras pada 2018. Berbagai cara dilakukan, mulai dengan membuka lahan pertanian baru, memperbaiki saluran irigasi bagi petani serta menyediakan pupuk dan benih yang cukup. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.