Jumat, 24 September 21

Jokowi Minta REI Jadi Ujung Tombak Program Sejuta Rumah

Jokowi Minta REI Jadi Ujung Tombak Program Sejuta Rumah

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) berperan lebih aktif, terutama dalam membangun rumah bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Permintaan disampaikan presiden dalam pertemuan dengan jajaran pengurus pusat dan DPD REI dari 33 provinsi se-Indonesia, di kantor presiden, Jakarta, (23/6/2015).

“REI harus bisa jadi ujung tombak program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah,” ujar presiden melalui tim komunikasi presiden, Teten Masduki.

Presiden meminta REI menjalankan konsep hunian berimbang sesuai dengan Permenpera Nomor 7  tahun 2013 yang mengatur setiap pembangunan 1 (satu) rumah mewah, diimbangi dengan pembangunan 2 (dua) rumah menengah dan 3 (tiga) rumah sederhana.

Seiring dengan meningkatnya investasi di sektor properti, REI diharapkan berperan lebih aktif menangani backlog (kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tempat tinggal) dengan lebih banyak membangun perumahan bagi MBR.

Menurut data dari BKPM, tingkat investasi di sektor properti meningkat dari total investasi sebesar US$ 218 juta di triwulan pertama 2014 menjadi dan US$ 436,8 juta di triwulan pertama 2015.

Pemerintah akan memberi kemudahan kepada pengembang yang membangun rumah bagi MBR. Antara lain kemudahan perizinan dan penyediaan lahan yang harganya sesuai dengan standar harga rumah bagi MBR. Agar masyarakat berpenghasilan rendah mampu membeli rumah, suku bunga dan uang muka KPR juga perlu diturunkan.

REI yang berdiri pada 11 Februari 1972 di Jakarta menaungi sekitar 3,000 pengembang. Pada 1994 -2014 REI telah membangun rumah bagi MBR sebanyak 3.069.810 unit. Sejak Januari – Mei 2015 REI sudah membangun rumah bagi MBR 247.000 unit.

Presiden menyetujui usul REI dengan memperbolehkan kepemilikan asing di bidang properti dengan tetap mengutamakan akses masyarakat. Ini untuk menghadapi persaingan properti di tingkat regional. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.