Sabtu, 24 Agustus 19

Jokowi Minta Reformasi Sepakbola Indonesia Dilakukan Total

Jokowi Minta Reformasi Sepakbola Indonesia Dilakukan Total
* Pertemuan Presiden Jokowi dengan Asprov PSSI dan Klub. (goal.com)

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan klub dan Asosiasi Provinsi PSSI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (15/4) siang. Dalam pertemuan itu, ada tujuh poin penting yang dihasilkan.

Salah satunya, Presiden Jokowi menginstruksikan untuk melakukan reformasi sepakbola nasional secara menyeluruh. Pria asal Solo ini menuturkan, ada yang salah dengan sistem sepakbola Indonesia sehingga tertinggal dari negara Asia Tenggara lainnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta kepada para pengurus PSSI dan pengurus klub untuk memikirkan mewujudkan tim nasional yang berprestasi. “Kita hanya beri ruang agar prestasi-prestasi itu betul-betul bisa muncul. Itu tugas pemerintah,” ujar Presiden Jokowi, dalam rilis resminya kepada wartawan.

Presiden Jokowi meminta reformasi sepakbola nasional harus dilakukan secara menyeluruh.

“Saya ingin betul-betul ada sebuah reformasi total dan kita harapkan nanti muncul klub-klub bola, tim nasional yang betul-betul disegani, paling tidak di Asia. Syukur nanti bisa masuk lagi ke tingkat dunia. Saya kira itu keinginan rakyat, keinginan kita semua,” tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Hal lainnya yang tertera dalam poin hasil pertemuan itu adalah, Presiden Jokowi bakal mencabut aturan larangan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk sepakbola. Hanya saja, dia meminta kepada Menpora dan Mendagri untuk membahasnya lebih dulu agar penggunaan APBD untuk sepakbola tetap ada batasnya.

Selain itu, orang nomor satu di Tanah Air tersebut juga berjanji akan mengakhiri masalah yang ada pada sepakbola nasional sebelum kongres FIFA yang dilangsungkan di Meksiko, 12 Mei 2016.

Berikut poin hasil pertemuan klub dan Asprov PSSI dengan Presiden Jokowi, yang dirilis pihak Kemenpora:

1. Presiden memberi arahan agar kondisi sepakbola nasional harus ada perubahan tata kelola yang signifikan. Tidak hanya prestasi, tetapi kepercayaan berbagai kalangan (investor, publik, dan stakeholder) pada tata kelola yang lebih baik. Tanpa ada perubahan yg signifikan, sulit bagi Indonesia untuk mendapatkan kondisi sepakbola yang lebih baik, karena berbagai persoalan akan terus berulang.

2. Presiden memastikan hadir pada saat kick-off kompetisi ISC pada 29 April 2016 di Jayapura.

3. Presiden menyampaikan informasi bahwa berdasarkan informasi dari FIFA potensi sepakbola Indonesia sangat luar biasa. Tapi, kondisi tersebut harus direspons dengan tata kelola yang baik.

4. Terhadap aspirasi sejumlah Aspov, Klub dan Divisi Utama yg mengapresiasi Presiden atas pertemuan tersebut dan bahkan ada yg mendorong segera diadakannya KLB, Presiden merespon dengan sikap bijak.

5. Mereka (klub dan Asprov PSSI) juga sesungguhnya tidak ingin berseberangan dengan pemerintah, untuk itu pertemuan tadi menjadi sangat penting.

6. Terhadap aspirasi yang mengusulkan agar subsidi APBD untuk kegiatan sepakbola ditinjau ulang, Presiden memastikan bahwa Peraturan Pemerintah soal itu akan diperintahkan untuk dicabut. Untuk itu Menpora dan Mendagri diperintahkan segera membahasnya. Namun yang jelas, harus ada pembatasan, supaya anggarannya tidak dimaksimalkan hanya untuk sepakbola saja.

7. Presiden memastikan, bahwa persoalan persepakbolaan nasional segera akan berakhir sebelum Kongres FIFA pada bulan Mei mendatang. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.