Selasa, 26 Oktober 21

Jokowi Minta Kejaksaan Harus Berubah

Jokowi Minta Kejaksaan Harus Berubah

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Jokowi meminta jajaran kejaksaan terus melakukan reformasi secara menyeluruh, dari hulu sampai hilir. Reformasi yang dilakukan menurut presiden, harus dimulai dari pembenahan integritas dan kompetensi Jaksa serta harus mencakup upaya membersihkan institusi kejaksaan dari mafia kasus.

“Saya tidak ingin mendengar lagi ada aparat hukum yang melakukan pemerasan atau melakukan tindakan memperdagangan perkara atau tuntutan serta menjadikan tersangka atau terdakwa sebagai ATM,” ujar presiden saat menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-55 di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (22/7/2015).

Presiden mengatakan momen peringatan HUT Kejaksaan harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas kinerja Kejaksaan pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga Kejaksaan jadi lebih baik dan jauh lebih baik lagi ke depan.

Sebab kata presiden, di era keterbukaan seperti saat ini, seluruh korps Adhyaksa menghadapi tantangan tugas yang semakin berat. Seluruh korps Adhyaksa dituntut pula untuk selalu memenuhi harapan rakyat dan menjadikan institusi kejaksaan sebagai intistusi penegak hukum yang bersih dan terpercaya.

“Pada usia yang menginjak 55 tahun, rakyat menaruh harapan besar kepada seluruh korps Adhyaksa untuk melakukan penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan masyarakat.”

“Rakyat berharap seluruh jajaran Kejaksaan menjadi garda terdepan dalam aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi,” katanya.

Presiden mengatakan penegakan hukum ini harus dilakukan dengan tepat dan efektif sehingga mendukung program-program strategis pembangunan nasional untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam pandangan Presiden, pemberantasan korupsi dan penegakan hukum harus diletakkan bagi kepentingan rakyat, bagi kepentingan program-program pembangunan. Karena itu Presiden meminta agar langkah-langkah kejaksaan mampu meningkatkan lingkungan berbisnis yang baik di Indonesia.

“Pesan saya, jangan sampai upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hukum tersebut membuat pejabat pemerintah dan pelaku bisnis tidak berani berinovasi bagi pembangunan, lanjut Presiden.

Presiden juga meminta Komisi Kejaksaan, yang Keppresnya sudah keluar beberapa waktu, segera bertugas untuk melakukan pengawasan, pemantauan, dan penilaian kinerja dan perilaku Jaksa dan pegawai kejaksaan.

Mengenai isu pencegahan dan pemberantasan korupsi, Presiden meminta Kejaksaan meningkatkan komunikasi, sinergi dan kerjasama dengan KPK dan POLRI. Aparat penegak hukum harus bergandengan tangan, bahu membahu dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Bukan saling berhadapan, yang akan merugikan tujuan utama pemberantasan korupsi itu sendiri. Bahkan ke depan kerjasama pencegahan dan pemberantasan korupsi perlu diperluas dengan melibatkan PPATK, kantor pajak, BPKP dan inspektorat,” ucap dia.

Secara khusus, Presiden meminta Satgassus P3TPK (Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi) yang telah dibentuk untuk bekerja secara profesional. “Saya berharap Satgassus P3TPK ini mampu memberikan kontribusi yang penting dalam penanganan korupsi, dan bukan sebaliknya,” kata Presiden. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.