Kamis, 9 Desember 21

Jokowi Minta Jembatan Sei Alalak untuk Bangkitkan Kegiatan Produktif Masyarakat

Jokowi Minta Jembatan Sei Alalak untuk Bangkitkan Kegiatan Produktif Masyarakat
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan selesainya pembangunan Jembatan Sei Alalak, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021).  (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, obsessionnews.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan selesainya pembangunan Jembatan Sei Alalak, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021).

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan, kehadiran jembatan ini dapat memperkuat konektivitas antar wilayah di Kalimantan Selatan, memperlancar arus transportasi antar daerah, mengefisienkan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah sekitarnya, serta menciptakan sentra-sentra ekonomi baru.

“Saya berpesan, agar setelah diresmikan jembatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangkitkan dan memajukan kegiatan-kegiatan produktif di masyarakat sehingga dampaknya betul-betul dapat dirasakan oleh rakyat,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Orang nomor satu ini juga mengatakan, Jembatan Sei Alalak sepanjang 850 meter dibangun dengan dana Rp278,4 miliar dengan inovasi dan teknologi tinggi serta tahan gempa dan diperkirakan mampu bertahan sampai 100 tahun. Jembatan tersebut merupakan jembatan cable stayed dengan struktur melengkung pertama di Indonesia.

“Saya mendengar masyarakat sudah tidak sabar lagi menunggu peresmian jembatan ini, karena jembatan ini memilki fungsi yang sangat penting sebagai jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah kota di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sekaligus juga mengatasi kemacetan setelah jalan lingkar selatan rusak diterjang banjir,” ujar Presiden.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, Jembatan Sei Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Jembatan ini dibangun oleh kontraktor PT Wijaya Karya-Pandji, KSO menggunakan anggaran dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/ Sukuk Negara). Sekarang menjadi salah satu destinasi wisata Kota Banjarmasin, karena instagramable,” kata Basuki.

Basuki menambahkan, yang istimewa dari jembatan ini dibangun dengan cable stayed pylon asimetrik. Namun karena daerah rawa, mencari tanah keras untuk pondasinya sampai 70 meter sehingga biayanya agak sedikit mahal.

“Tetapi inovasi kabel lengkung ini yang pertama kali di Indonesia yang didesain Direktorat Jenderal Bina Marga,” ungkapnya.

Dalam tinjauan malam hari sebelum peresmian, Basuki menginstruksikan agar setelah diresmikan dilakukan penataan kawasan sekitar jembatan dengan penghijauan.

“Agar dirapihkan bagian sisi jembatan dengan ditanami rumput dan pohon sehingga lebih indah,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara peresmian, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Dirut PT Wijaya Karya Agung Budi Waskito, Dirut PT Pandji Iwan Pandji Setiawan, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan Banjarmasin Syauqi Kamal (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.