Rabu, 8 Februari 23

Jokowi Minta Direksi BUMN Tak ‘Menjual’ Namanya

Jokowi Minta Direksi BUMN Tak ‘Menjual’ Namanya
* Presiden Jokowi.

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Jokowi meminta para direksi tak ‘menjual’ namanya dan keluarganya dalam bertransaksi. Peringatan itu disampaikan demi membenahi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya enggak mau nama saya dipakai-pakai. Enggak. Siapa pun, entah orang dekat saya, saudara saya. Enggak ada,” tegasnya di Istana Negara, Rabu (25/1/2017).

Ia berharap BUMN dapat menggunakan setiap peluang yang ada dengan baik tanpa membuat kesalahan. Presiden mengingatkan kepada seluruh jajaran direksi maupun bawahan tak boleh terkena masalah.

Jokowi mengatakan, segala hal kini mudah diakses karena Indonesia memasuki era keterbukaan. Era keterbukaan ini menyebabkan kesalahan-kesalahan sebelumnya dapat terungkap kini.

“Ini saya ingatkan karena saya mencintai saudara semua. Jangan sampai kena,” tukas Presiden.

Pernyataan yang dikemukakan Jokowi sekaligus menyikapi kasus hukum yang menjerat mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar dalam perkara suap pembelian mesin pesawat Rolls-Royce.

“Hati-hati, kejadian 2012 ketemunya sekarang. Hati-hati, saya enggak mau ngomong di BUMN mana. Tapi gambarnya ada,” ancam Kepala Negara.

KPK telah menetapkan Emirsyah sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat berikut mesinnya. Emirsyah diduga menerima suap selama sembilan tahun menjabat orang nomor satu di Garuda Indonesia.

Penyelidikan KPK dimulai pada pertengahan tahun lalu. Penyelidikan dilakukan lewat kerja sama dengan Serious Fraud Office (SFO), Inggris, dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB), Singapura.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif berujar, penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan penyuapan dalam pengadaan pesawat Airbus S.A.S dan mesin pesawat Rolls-Royce Plc yang dibeli PT Garuda Indonesia.

Emirsyah diduga menerima suap berupa uang 2 juta USD yang ditransfer secara bertahap dari Rolls-Royce melalui Soetikno Soedarjo, pengusaha yang berperan sebagai perantara.

Emirsyah juga ditengarai mendapatkan sejumlah barang senilai 2 juta USD yang tersebar di Indonesia dan Singapura. Emirsyah Satar ditetapkan sebagai tersangka bersama Soetikno Soedarjo. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.